Muhammadiyah mengeluarkan pedoman shalat Idul Fitri di rumah, ini tafsir hukum, bukan ibadah baru

Ramadan

TRIBUNNEWS.COM-Muhammadiyah telah menerbitkan panduan shalat Idul Fitri 1441H dirumah, ini penjelasan lengkapnya.

Di Indonesia yang pandemi Covid-19 masih tinggi, Muhammadiyah telah mengeluarkan regulasi untuk hanya melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah. -Karena wabah penyakit, masih banyak masyarakat awam yang masih belum paham tentang hukum shalat Idul Fitri di rumah. Berikut detailnya.

Pemerintah Pusat Muhammadiyah mengeluarkan edaran tentang pedoman sholat Idul Fitri selama pandemi Covid-19.

Hal ini diterapkan secara universal untuk sholat Idul Fitri saat terjadi wabah, dan MUI menyebut wilayah tersebut sebagai wilayah penguasaan wilayah.

• Surat edaran Muhammadiyah tidak hanya menghimbau MUI, tetapi juga mengajak masyarakat untuk mendoakan Idul Fitri di rumah

Isi surat edaran yang ditandatangani Presiden Mohammed PP Presiden Haedar Nashir harus dilaksanakan di rumah masing-masing pada Kamis, 14 Mei 2020. Shalat Idul Fitri harus dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal. Indonesia belum lolos dari Covid-19 dan belum menyatakan keamanan dari aparat.

Permohonan telah dikeluarkan untuk memutus rantai penularan virus korona dan tindakan telah diambil untuk mencegah situasi yang lebih serius. Isi seluruh surat edaran:

Sholat Idul Fitri — Dalam edaran tersebut tercatat bahwa hukum shalat Idul Fitri adalah Hadits Muakad, artinya tidak ada sanksi khusus bagi yang meninggalkannya.

Halaman 2 >>>>>>>

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda bisa bertanya dan berkonsultasi langsung dalam konsultasi Islam Ust. Zul Ashfi, S.I. Lc

Kirim pertanyaan Anda ke consult@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Kolom Konsultasi Islam Tribunnews.com

Post a comment