Apakah hukum Luic Lu Mu selama periode wabah, apakah itu pidana dan bersalah?

Ramadan

TRIBUNNEWS.COM-Bagaimana Islam memandang hukum orang-orang yang putus asa yang kembali ke rumah saat terjadi epidemi?

Kedatangan Idul Fitri tampaknya menjadi tradisi Indonesia.

Tradisi Sungkem tentang orang tua kampung halaman tampaknya menjadi sesuatu yang perlu dilakukan pada hari raya Idul Fitri.

Tetapi coronavirus tahun ini (covid-19) telah menyebar hampir di seluruh dunia, terutama di Indonesia, situasinya berbeda.

Pemerintah melarang warganya untuk pulang atau kembali ke kota asal mereka. -Ini karena upaya untuk memutus rantai virus korona, sehingga jangkauan distribusinya tidak luas .

Baca: Idul Fitri 1 Bacaan Takbir Shawwal dan artinya

Baca: Niat nyanyian adalah selama sedekah Fitrah

Baca: Apa perbedaan antara malam Laylat al-Qadr dan Nuzulul Quran? Penjelasannya adalah sebagai berikut: Meskipun pemerintah telah berulang kali menyerukan dan melakukan kegiatan sosial untuk melarang warganya kembali ke rumah, pada kenyataannya, beberapa warga bertekad untuk kembali ke rumah mereka.

Beberapa warga berhasil kembali ke kota asalnya, tetapi banyak dari mereka diblokir oleh pejabat sampai mereka dipaksa untuk kembali.

Jadi, dalam hukum Islam itu sendiri, ketika wabah menimpa, bagaimana pendapat Anda tentang pulang?

H. Mufti Addin, kepala Departemen Kependudukan Agama Islam Kementerian Agama Kota Surakarta, menjelaskan bahwa undang-undang kepulangan pada dasarnya adalah Muba, yang berarti diperbolehkan dalam keadaan normal.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi dengan Konsultasi Islam Ust secara langsung. Zul Ashfi (S.S.I, Lc)

kirim permintaan Anda ke Consultation@tribunnews.com

untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Bagian Agama Islam Tribunnews.com

Post a comment