Setelah dua minggu akselerasi, modul jaminan kualitas sumber daya manusia jaminan sosial tetap dapat diandalkan

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dampak pandemi juga membawa perubahan mendasar dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia perlindungan sosial (SDM Kesos). Kemensos telah menyesuaikan modul ini agar SDM perlindungan sosial siap dan tanggap terhadap dampak bencana dengan cepat.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Sosial Juliari P. Batubara agar Kementerian Sosial dapat merespon dengan cepat krisis, terutama dalam menghadapi pandemi. -Untuk memenuhi tuntutan baru, pusat pengembangan profesional pekerja sosial dan konsultan sosial (Pusbangprof Peksos dan Pensos) juga bekerja sama dengan semua pihak. Ketua Pusbangprof Peksos dan Pensos, Tati Nugrahati mengatakan, pihaknya sudah banyak berbincang dengan organisasi terkait yang selama ini dikenal kredibilitasnya dalam mengembangkan modul baru. Praktisi.

“Kita perlu percepat langkah. Seperti yang dikatakan Sekretaris Sosial, kita harus merespon dengan cepat atau Partai Republik akan berakhir. Oleh karena itu, dalam dua minggu kita sudah berhasil menyelesaikan unit tersebut,” kata Tati Kata Jakarta. (09/07).

Tati (Tati) memastikan bahwa modul baru yang sengaja disiapkan untuk mengatasi dampak Covid-19 dapat mempertimbangkan keandalannya. “Kami melibatkan semua pihak yang kemampuannya tidak bisa dipertanyakan. Tapi tentunya modulnya dinamis dan akan dipelajari serta disesuaikan dengan perkembangan dan tantangan ke depan,” ujarnya.

Pengembangan modul baru diharapkan dapat membantu departemen sumber daya manusia perlindungan sosial untuk mengawasi berbagai program bantuan sosial untuk mengatasi dampak Covid-19. Selain itu, penyusunan modul baru juga merupakan respon terhadap regulasi terkait dengan pengembangan sumber daya manusia perlindungan sosial. Nomor UU tentang Kesejahteraan Sosial 11 November 2009.

Undang-undang mewajibkan SDM kesejahteraan sosial memiliki kualifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang kesejahteraan sosial dan kualifikasi di bidang pelayanan sosial.

Modul baru Sesuai dengan tugas dari PP No. 17 tahun 2020 (tentang pengelolaan ASN), kami juga sedang mempersiapkan untuk memenuhi persyaratan pelaksanaan wajib satu (satu tahun) kursus 20 jam ASN (pelatihan). Atas dasar peraturan tersebut, Pusbangprof Peksos dan Pensos menyelenggarakan acara bertajuk “Penempatan dan Pemantapan Fungsi Pekerja Sosial dan Pembina Sosial” di Bandung yang berakhir pada Minggu, 09/09. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 1.665 ASN Perlindungan Sosial dan Sosial Indonesia dari Kementerian Sosial, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan rumah sakit.

Diimplementasikan di empat kota yang menegakkan peraturan sanitasi dengan ketat. (*)

Post a comment