Tiang kue pensiunan Hummer 23mm

Kilas Kementerian

Pulau Bintan TRIBUNNEWS.COM-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau diperkirakan menyerap 23.000 tenaga kerja. Saat ini, pengembangan kawasan ekonomi khusus sudah mencapai 80%, dan diharapkan dapat beroperasi pada 2021. Saat kunjungan lapangan ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus Kalambatang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau (26/9/2020). -Menteri Koordinator Airlangga menambahkan, kawasan ekonomi khusus di Batang, Gaoliang juga akan membangun industri tekstil. Nantinya, industri ini akan menyerap tenaga kerja para istri atau keluarga pekerja PT BAI.

“Ini adalah metode unik yang belum banyak digunakan di berbagai pabrik,” katanya. Dia berkata.

General Manager Binapenta dan PKK Kemnaker Suhartono menjelaskan KEK Galang Batang saat ini sedang membangun smelter aluminium dengan produksi tahunan 1 juta ton. Pihaknya akan bekerja sama dengan semua pihak untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil guna mencapai target 23.000 tenaga kerja yang dibutuhkan. Dia menjelaskan. Ia mengatakan, “Ini akan menggantikan keterampilan TKA di sini.” – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki turut serta dalam kunjungan lapangan ke PT BAI; Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita; Menteri Perdagangan Agus Suparmanto; Wakil Menteri Perdagangan Jerry · Jerry Sambuaga; Rosan P. Roeslani, Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia. (*)

Post a comment