Pengadilan Negeri Tangerang, penanggung jawab PT, menyebut adanya intimidasi yang dilakukan serikat. EJI

Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pengadilan Negeri Tangerang di Kota Banten menjatuhkan hukuman kepada tersangka PT pada Kamis (16/7/2020). Tn. EJI X.Z. dan M.S. berupa pidana penjara 2 tahun dan denda Rp150 juta atau pidana penjara 2 bulan. Kedua pimpinan PT. EJI terbukti secara hukum dan melanggar hukum karena mengintimidasi pekerja / serikat pekerja. Iswandi Hari, Plt. General Manager PPK dan K3 Disnaker di Jakarta, Jumat (17/7/2020). Iswandi Hari, General Manager PPK dan K3, mengatakan untuk mengatasi masalah pelanggaran hukum ketenagakerjaan dilakukan dengan mengedepankan penegakan hukum pendidikan dan pencegahan. Iswandi mengatakan: “Jika ada dua cara yang ditempuh tetapi tetap diabaikan atau diabaikan, maka penindasan pengadilan akan berbentuk gugatan hukum terhadap pengadilan.”

Berdasarkan putusan pengadilan, keduanya Para pelaku usaha telah melakukan penilaian dan dinilai telah melanggar Pasal 28 ayat (1) UU No. 21 Tahun 2000 (Tentang Pekerja / Serikat Pekerja), yang berbunyi sebagai berikut:

Mencegah atau memaksa pekerja / pekerja untuk melatih atau tidak melatih , Mengelola atau tidak mengelola, menjadi anggota atau bukan anggota dan / atau mengarahkan atau tidak langsung kegiatan serikat: pemutusan hubungan kerja, penghentian sementara kerja, penurunan pangkat atau pemindahan pekerjaan; b. Tidak membayar atau mengurangi upah pekerja / pekerja; dan mengintimidasi dalam bentuk apapun; membalas. Gerakan menentang pembentukan serikat pekerja.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 (1), Pasal 43 (1) diancam dengan pidana penjara paling singkat satu tahun sampai dengan 5 tahun dan / atau denda paling sedikit Rp 100 juta. 500 juta rupiah (*).

Post a comment