Dua anak badak jawa lahir di Taman Nasional Ujung Kulong

Kilas Kementerian

TRIBUNNEW.COM-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2020, mengumumkan kelahiran dua badak jawa, satu jantan dan satu betina, di Taman Nasional Ujung Kulong (TN). Sejak Maret 2020 hingga Agustus 2020, tim Taman Nasional Ujung Kulong menggunakan 93 kamera jebak untuk mendeteksi entitas baru ini.

Berdasarkan data terakhir tahun ini, pada Agustus tahun ini, jumlah kumulatif badak Jawa di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebanyak 74 individu. Laki-laki -40 tahun dan perempuan 34 tahun, 15 tahun dan 15 tahun adalah anak-anak dewasa.

Baca: Pesan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada HKAN 2020: Jangan abai melindungi alam untuk melindungi peradaban

– Wiratno, Direktur Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jelaskan Badak Jawa Jakarta / 18/2020) mengatakan: Kondisi kehidupan badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulong masih baik, terlihat dari lahirnya Badak Jawa. Tahun lalu, empat ekor badak Jawa lahir di Taman Nasional Ujung Kulong. Wiratno menjelaskan, badak Jawa ini termasuk spesies langka. Wiratno kemudian mencontohkan, bahkan dalam konteks pandemi COVID-19, pengawasan di tempat terus dilakukan, termasuk pengawasan melalui jebakan kamera. Kegiatan pemantauan dan perlindungan komprehensif akan berlanjut hingga Desember 2020. Pandemi ini tidak menghentikan aktivitas liar KLHK, terutama para pelestari di Taman Nasional Ujung Kulon dan taman nasional lainnya di Indonesia, “kata Wiratno. —” Badak Jawa ini terus eksis sejak lahir hingga lahir. Tingkatkan optimisme dan antusiasme kami, terutama dalam situasi sulit seperti pandemi saat ini. Inilah salah satu pesan penting Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Willatno menjelaskan. “Menteri juga berkesempatan untuk menamai anak badak jantan Luther dan betina Helen,” jelas Wiratno. -Selama pertemuan virtual para menteri lingkungan hidup negara-negara anggota G20, Siti Nurbaya (16/9/2020), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menegaskan bahwa pemerintah mengalokasikan setidaknya Rp 4 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) untuk restorasi lahan dan perlindungan. Kegiatan konservasi di taman nasional, termasuk di Taman Nasional Habitat’Ujung Kulon Badak Jawa, terus berkembang. Badak tidak punah. Badak merupakan salah satu spesies terancam punah utama, gajah, orangutan, harimau, komodo dan spesies unggulan lainnya merupakan spesies penting di dunia. (*)

Post a comment