Menpora mendapat staf khusus dari Presiden Angkie Yudistia dan mendukung pelaksanaan dua penyandang disabilitas

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali menjamu Presiden Yoko Widodo pada Kamis pagi (9 Juli 2020), dan menjamu juru bicara bidang sosial Angkie Yudistia di kantor lantai 10 Kemenpora, Jakarta. -Pada pertemuan tersebut, Menpora mendukung implementasi dua peraturan presiden terkait penyandang disabilitas. Di Menpora, Angkie belum lama ini mengumumkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menandatangani dua peraturan untuk penyandang disabilitas.

Peraturan tersebut yaitu Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2020 dan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2020 tentang Dewan Nasional Penyandang Disabilitas (KND), syarat dan ketentuan pemberian penghargaan untuk menghormati, melindungi dan mewujudkan hak-hak penyandang disabilitas dan program. “Yang ingin kami sampaikan di sini adalah tentang Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2020 Dewan Nasional Penyandang Disabilitas (KND). Dewan Nasional merupakan aturan pelaksana Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 yang melibatkan penyandang disabilitas. Selain itu, kami juga sudah melaksanakan 2020 Perpres 67, yang mengatur syarat dan ketentuan serta tata cara pemberian penghargaan penghormatan, perlindungan dan realisasi hak-hak penyandang disabilitas, ”kata Angkie,” kata Angkie. Hak penyandang disabilitas. Selama ini Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah sangat Secara aktif mendukung para difabel, khususnya atlet difabel, dan latihan ini sudah berlangsung lama, ”tambah Angkie. Ia melanjutkan, Perpres Nomor 68 Tahun 2020 melibatkan Dewan Nasional Penyandang Disabilitas (KND).

Pemerintah akan segera membentuk Komite Nasional untuk Penyandang Cacat. Di Indonesia, sudah saatnya untuk membentuk panitia nasional yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah penyandang disabilitas.

Jabatan komisaris ada 7 orang, Non Penyandang Disabilitas 3 orang dan Penyandang disabilitas 4 orang. Ia mengatakan: “Kalau Kemenpora punya saran bisa ajukan.” Menyikapi situasi ini, Menpora sangat mendukung hal tersebut, bahkan Dinas Olahraga Pemuda pun merekrut atlet difabel menjadi PNS. Jadi lebih dari atlet biasa. Mengapa, berterima kasih kepada para atlet atas upaya mereka. “Dia sangat antusias. Mereka tidak merasa dirugikan. Di pelatnas AFN nasional Indonesia, saya bermain tenis meja dan catur dengan atlet difabel,” jelasnya. Terakhir kali pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga masuk ke dalam stadion, juga ada beberapa atlet difabel yang menorehkan prestasi di Asian Games 2018. Kami merekomendasikan paling banyak penyandang disabilitas yang berpartisipasi dalam olahraga “. (*)

Post a comment