Menteri Tenaga Kerja Ida mengunjungi rumah pekerja penerima upah bersubsidi

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, Menteri Sumber Daya Manusia Bangladesh Ida Fauziyah mengunjungi rumah 4 pekerja di Chikalang, Jawa Barat / pekerja penerima program bantuan subsidi upah pada Kamis (17/9/2020). Kedatangan Menaker Ida disambut hangat oleh para pekerja. Sejak usia 10 tahun.

Menurut Menteri Tenaga Kerja, satu atau lebih pekerja yang dia kunjungi hari ini mendapatkan sebagian besar dari subsidi gaji. Mereka berterima kasih kepada pemerintah karena bantuan upah seperti ini sangat membantu mereka dalam mengatasi pandemi Covid-19. Ada penyesuaian gaji.

“Jadi mereka memahami, memahami kondisi perusahaan dengan baik dan menerima persyaratan tersebut. Begitu mereka memiliki rencana BSU, mereka akan bersyukur, karena setidaknya (bantuan) dapat menggantikan sebagian dari gaji mereka yang hilang akibat Covid-19,” Kata Menaker Ida. Penerima subsidi gaji / gaji BPJS Ketenagakerjaan. Rinciannya, Kementerian Ketenagakerjaan menerima 2,5 juta data pada tahap pertama, 3,5 juta data pada tahap kedua, dan 3 juta data pada tahap ketiga. Saat ini, pendistribusian subsidi upah di ketiga tahap tersebut sudah berjalan.

Untuk tahap keempat, Menaker Ida mendapatkan 2,8 juta calon penerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan (Rabu, 16/9/2020). Pihaknya akan segera melakukan pengecekan data dalam waktu maksimal empat (empat) hari kerja untuk melihat relevansi data yang disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Seperti kita ketahui bersama, tujuan pemerintah adalah menetapkan range distribusi BSU pada kisaran 15.725. 232 pekerja per langkah. Besaran yang diberikan BSU kepada pekerja adalah Rp 600.000. Itu didistribusikan setiap dua bulan selama empat bulan (total 2,4 juta rupiah).

“Pekerja yang berhak mendapatkan BSU adalah pekerja yang memenuhi persyaratan berikut, seperti gaji kurang dari Rp5 juta, dan telah menjadi peserta aktif dalam kepegawaian BPJS.” (*)

Post a comment