100% target BLT DD yang dicapai Menteri Gus pada akhir Mei telah tercapai

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sedikitnya 37.012 desa telah menyalurkan bantuan langsung tunai dari Dana Desa (BLT DD), atau 65% dari 56.993 desa tempat DD masuk ke Rekening Kas Desa (RKD) pada tahap pertama. Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Pendatang Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) berbicara kepada wartawan dalam video conference pada Jumat (22 Mei 2020).

Menurutnya, berdasarkan data hingga Jumat (22 Mei 2020)), pada pukul 12.00 siang, kita tahu dari 56993 desa, 56504 desa sudah melakukan musyawarah desa khusus. Organisasi (Musdesus) dan membentuk keluarga penerima BLT DD. – “Lebih dari 99% desa sudah diputuskan. Namun, hanya 34% desa yang belum dialokasikan. Desa yang belum dialokasikan bisa segera dialokasikan,” kata Abdul Halim Iskandar. -Selain itu, Abdul Halim atau yang biasa disapa Menteri Gus mengatakan sedikitnya ada 3.802.367 KPM BLT DD, dengan total anggaran Rp2,281 miliar. “Kami berharap semua KPM mendapatkan BLT untuk DD tahap pertama pada Mei nanti,” kata mantan Ketua DPRD Jatim itu. Terkait hambatan yang belum teralokasi, Menteri Gus mengatakan desa yang belum dialokasikan tetapi sudah membentuk Desa Moodys biasanya terjadi di tingkat kecamatan. Saat ini, sinkronisasi data KPM belum selesai.

“Masih ada sebagian masyarakat yang ingin menyelesaikan kasus-kasus bantuan sosial seperti uang tunai dan uang BLT terlebih dahulu agar BLT DD-nya diblokir. Oleh karena itu, kami berharap desa-desa ini akan berkata:“ Kami siap untuk mendistribusikan dan diperbolehkan untuk mendistribusikan BLT-nya. DD. Misalnya, sebagian dari kita sudah menemukan ada areal perkebunan karet di Sumatera bagian selatan, dan desanya tumbuh subur. Covid 19 belum berdampak. Katanya: “Ternyata orang kaya dan pendapatannya tidak berubah atau berkurang. Kalau itu Tentu kita akan menyisakan ruang untuk menghindari alokasi. ”Namun dia menegaskan, bagaimanapun kondisinya, kita membutuhkan Mustesus dan mengalokasikan anggaran BLT DD untuk APBDes. Hal ini tentunya dapat memastikan bahwa jika anggaran sudah ada di APBDes, maka portalnya sudah ada. , Serta hanya mengalokasikan anggaran ketika warga benar-benar menemukan orang yang terkena Covid 19. Jika tidak digunakan, tidak masalah. Nanti, perubahan akan dilakukan pada APBD baru. “-Bapak Gus berharap masalah BLT DD bisa diselesaikan dan pendistribusiannya bisa selesai sebelum 100%. Bupati dan walikota akan mempublikasikan seluruh desa agar desa bisa mempercepat pendistribusian BLT desa. Jangan malu atau dikesampingkan. Banyak sekali. Ia mengatakan berharap agar KPM penerima BLT bisa memanfaatkannya menjelang Idul Fitri-Sekjen Kemenkes PDTT Anwar Sanusi, PDTT Mendes Ahmad Iman Syukri, dan Staf Khusus Dirjen PPMD ​​Taufik McGide (Taufik) Madjid) juga turut serta dalam konferensi pers tersebut. (*)

Post a comment