Menkop dan UKM mempromosikan aplikasi pembayaran digital QRIS untuk para pemain KUMKM

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong penerapan pembayaran digital dan Indonesian Quick Response Code Indonesian Standards (QRIS) untuk koperasi dan UKM sebagai bentuk pengembangan e-commerce antara KUKM di Indonesia, khususnya pada masa COVID-19 Pandemi. – “Pedoman pemerintah bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah pasti akan membatasi ruang gerak konsumen. Di sisi lain, kita harus terus mencukupi kebutuhan hidup. Masyarakat telah melihat perubahan pola konsumsi dari offline menjadi online,” kata Menteri Teten Masduki kepada IKOPIN Demikian disampaikan dalam seminar koperasi dan UKM internasional COVID-19 yang diluncurkan pada Jumat (8 Mei 2020).

Menurut Teten, e-commerce berperan penting pada saat terjadinya pandemi Koperasi dan UMKM (KUMKM).

Ia memprediksikan bahwa di masa depan, “ekonomi rumah tangga” akan menjadi trend. Data yang tersedia menunjukkan bahwa selama pandemi, transaksi produk di beberapa platform e-commerce online mengalami peningkatan.

Untuk itu, Teten menilai pentingnya penerapan pembayaran digital dan QRIS untuk mendorong KUMKM tumbuh selama periode ini. Ia mengatakan: “Selain perkembangan platform pasar digital, teknologi pembayaran digital juga berkembang pesat dalam sepuluh tahun terakhir.”

Guna menggunakan pembayaran digital untuk mempermudah sistem pembayaran dan mendukung pembayaran non tunai. Dengan perkembangan masyarakat, berbagai inovasi teknologi Dan model bisnis baru telah dikembangkan, misalnya m-banking yang dapat dengan mudah diakses kapanpun dan dimanapun melalui penggunaan e-wallet ponsel pintar, uang elektronik berbasis e-mo atau chip berbasis server telah banyak digunakan. Pu blic.

Selain itu, dalam rangka mempercepat perkembangan dunia, Bank Indonesia yang memiliki kewenangan terkait dengan kegiatan sistem pembayaran telah menerapkan Standar Kode Respon Cepat Indonesia (QRIS). – Saat ini terdapat 2,7 juta pedagang yang telah memasang QRIS (Bank Indonesia, 2020), beberapa diantaranya adalah usaha mikro (pedagang pasar tradisional dan kios grosir).

Memperluas pemasangan dan penggunaan QRIS diantara pedagang lain (seperti pasar tradisional, sembako) Toko, usaha mikro, toko koperasi, dll. Pasar tradisional yang lebih luas di wilayah ini.

“Saya ingin mengajak semua orang, pelajar, dan pengusaha untuk berpartisipasi dalam olahraga koperasi ini. Kita akan bersama-sama menyaksikan transformasi koperasi dari tradisional ke digital. Digitalisasi mendorong sinergi antara pemangku kepentingan dan anggota koperasi. ”-Teten optimis koperasi dapat menjadi organisasi keanggotaan dengan prinsip nilai, partisipasi, solidaritas dan kemandirian, serta menjadi agen perubahan di era digital saat ini.

Post a comment