Menpora mengikuti senam pada satu hari di Krida dan terus mengingatkan karyawan dan masyarakat akan semangat olahraga ini.

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali bersama para pejabat Eselon I dan II, pegawai Kemenpora dan pegawai FORMI melakukan senam di halaman kantor Kemenpora, Jumat (26 Juni 2020) pagi.

Menpora mengucapkan terima kasih kepada pejabat dan karyawan Kemenpora serta karyawan FORMI yang telah mengikuti latihan ini.

Menpora mengikuti instruksi instruktur dengan semangat menggerakan tubuhnya, “Terima kasih kepada teman-teman Kemenpora dan FORMI yang mengikuti senam fitnes pada Jumat kedua pagi ini. Besoknya peserta akan lebih banyak lagi,” tandasnya.

“Karena ini kita semua, saya ingatkan kembali bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga telah meminta semua kementerian, gubernur, bupati dan walikota, bahkan perusahaan publik dan swasta, untuk bekerja sama meningkatkan kemampuan beradaptasi. Dia menambahkan:” Beberapa meminta kami untuk menelepon, tetapi kami tidak dapat hadir di tempat pada hari Jumat pagi, tetapi permintaan kami lebih antusias. “Menteri BUMN mengatakan kepada saya dua hari yang lalu bahwa pemerintah daerah melaporkan bahwa mereka bahkan telah mengirimkan video kepada kami, dan mereka mengikuti saran ini. Menpora mengatakan bahwa Krida pernah ada tetapi menghilang di masa lalu, tetapi saat pandemi Covid -19, kami Krida harus diaktifkan kembali hari ini .

Karena ini adalah cara untuk menghindari pembaruan Covid 19. Virus memiliki daya tahan yang baik .

“Jika sistem kekebalan kita baik, kita akan kebal terhadap penyakit. Salah satu cara untuk menjaga kekuatan fisik adalah dengan berolahraga selain prosedur kesehatan yang baik, ”ujarnya.

Oleh karena itu, Kementerian Olahraga Pemuda selaku departemen yang berwenang di bidang olahraga mengimbau untuk menjadi contoh bagi kementerian, lembaga, dan instansi daerah lainnya.

“Bagi yang mengikuti panggilan ini, berarti kami membantu memutus mata rantai penularan pandemi korona. Tapi dia menyimpulkan, tapi selalu ikuti aturan kesepakatan kesehatan. (*)

Post a comment