Sarjana UI: Ekspor pertanian bisa meningkat tajam

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Riyanto, Peneliti Sekolah Ekonomi dan Bisnis (FEB) Lembaga Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) mengatakan, perdagangan ekspor pertanian kemungkinan akan meningkat tajam, terutama seiring pasar ekspor global mulai berkembang. Sembuh dari pandemi Covid. 19. Menurutnya, pembangunan ini harus disiapkan sepenuhnya oleh Kementerian Pertanian (Kentgen).

“Nanti ketika pasar ekspor pulih, saya sangat optimis ekspor pertanian kita bisa meningkat nilainya lebih dari sekarang. Sektor-sektor lain melemah, bahkan sektor pertanian justru menunjukkan pertumbuhan positif.” Rijanto Dikatakan, pertumbuhan ekspor juga harus dibagi dari perkebunan ke produk lain, seperti beras, kopi, dan produk olahan. Peternakan.

“Produk lain seperti kopi, teh, lada, dan lain-lain sebenarnya bisa lebih kondusif untuk meningkatkan ekspor. Khusus untuk jenis kopi Gayo sa, potensinya sangat besar,” ujarnya. -Tetapi Riyanto mengatakan pandemi ini membuat ekspor kopi Indonesia tidak dapat diekspor ke beberapa kafe dan restoran di Amerika Serikat dan Eropa, dan cenderung menurun. Oleh karena itu, lanjut Riyanto, cara yang paling efektif adalah dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan mengelola hasil pertanian yang ada.

Selain itu, Indonesia merupakan negara tropis dengan banyak sinar matahari dan iklim yang menyenangkan. Kondisi ini sangat mendukung kesuburan setiap tanaman yang ditanam. Oleh karena itu, meningkatkan ekspor pertanian bukan hanya perkara sederhana. memajukan. Kami akan terus bekerja sama dengan industri pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan ekspornya lebih dari 30%. Ia mengatakan: “Kita harus percaya bahwa jika sektor pertanian berkembang, Indonesia akan menjadi negara yang progresif.”

Menurut data, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa nilai ekspor produk pertanian mengalami peningkatan sebesar 12,66% (tahunan). . Volume perdagangan mencapai 280 juta dolar AS. -Pertumbuhan sektor pertanian membawa total ekspor kumulatif Indonesia menjadi US $ 53,95 miliar, meningkat 0,44% year-on-year.

Dari Januari hingga April, ekspor hasil pertanian juga meningkat 15,15%. Pencapaian ini lebih baik dari tahun sebelumnya. (*)

Post a comment