Departemen sumber daya manusia mempraktikkan bahasa Jepang dan memperkuat keterampilan 480 calon pekerja migran Indonesia

Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja terampil yang ditunjuk (SSW) untuk Jepang, Kementerian Ketenagakerjaan akan melatih 480 calon tenaga kerja Indonesia (CPMI) dari seluruh Indonesia.

Selain untuk meningkatkan keterampilan, sesuai dengan “Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran No. 18 tahun 2017” (UU PPMI), pelatihan bahasa Jepang online (online) juga ditujukan untuk meningkatkan perlindungan pekerja migran. — “Kami menyelenggarakan pelatihan bahasa Jepang selama masa pelatihan. Hari ini, hal ini merupakan salah satu kesepakatan yang dicapai antara pemerintah Indonesia dan Jepang melalui MoC (Memorandum of Cooperation) yang ditandatangani pada 25 Juni 2019.” Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah membuka Pidato pembukaan disampaikan pada upacara tersebut. Pelatihan Bahasa Jepang Online CPMI 2020. Jumat, Jakarta, Kementerian Ketenagakerjaan, Ruang Multifungsi, 14 Agustus 2020.

Menaker Ida meng menyebutkan bahwa dalam nota kesepahaman tersebut, Indonesia menargetkan pengiriman SSW ke Jepang sebanyak 70.000 orang dalam 5 tahun ke depan. Mereka adalah salah satu dari 350.000 pekerja asing yang dibutuhkan Jepang untuk menempati 14 industri. -Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga akan mempersiapkan pelaksanaan Indonesia-Japan Economic Cooperation Agreement (IJEPA), terutama untuk meningkatkan skill Jepang, ”ujarnya.

Menaker Ida menyadari bahwa Covid-19 sedang melanda dunia. Pandemi, termasuk Indonesia, menyebar ke berbagai bidang, terutama kesehatan dan ekonomi.

Situasi ini juga berdampak pada proses pelatihan vokasi yang biasanya dilakukan secara offline maupun tatap muka. Ditempat yang sama.

“Tapi, Dalam situasi global saat ini, penyesuaian metode harus dilakukan untuk memutus rantai penularan COVID 19, metode online. Kami berharap dapat melakukan pelatihan melalui metode online (online) tanpa menghilangkan substansi dan memperoleh keterampilan yang dibutuhkan, “kata Menaker Ida.

Mengenai pelatihan, Menaker Ida menyarankan untuk mengikuti pelatihan. Ia mengatakan:” Jangan buang waktu dan Peluang, terutama karena pelatihan ini didanai oleh pemerintah. Ingatlah bahwa Anda dipilih dari ratusan orang yang tertarik dan terdaftar. “

Post a comment