Menteri Sumber Daya Manusia: Badai pasti hilang, silakan hubungi pekerja yang diberhentikan nanti

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah sekali lagi memperingatkan komunitas bisnis bahwa keputusan untuk memutuskan hubungan kerja (PHK) adalah opsi terakhir untuk menangani dampak pandemi Covid-19. “Redundansi adalah langkah terakhir dan ini adalah langkah wajib. Ketika langkah-langkah lain tidak lagi memungkinkan. Tetapi jika Anda masih bisa menghilangkan lembur, kurangi shift dan jam kerja, dan ambil setengah dari gaji Anda, maka silakan coba langkah ini dulu,” kata Menteri Sumber Daya Manusia. -Ida Fauziyah meminta majikan untuk membawa pekerja kembali. / Karena Covid, para pekerja di-PHK dan dikirim kembali ke negara itu. Telepon balik dulu. Kalian sudah mengenal satu sama lain. “Pelatihan baru. Sejauh ini seperti keluarga,” lanjut Ida dalam pernyataan tertulis, Rabu (22/4/2020). “Kami bekerja keras untuk menjaga pembangunan ekonomi.), Jadi kami harus teruskan. Karena industri, industri sangat erat kaitannya dengan kehidupan banyak orang. Tapi tentu beroperasi sesuai dengan protokol Covid di tempat kerja. Kami memperhatikan dengan seksama standar K3. Salus populi suprema lex esto (badan pribadi Safety is the high law). Biar saya ingatkan lagi ya, ”lanjutnya.

Menda Ida mengungkapkan data terbaru dari Kementerian Tenaga Kerja per 21 April. Jumlah total pekerja di sektor formal dan informal adalah 2.084.593 di antara 116.370 perusahaan yang terkena dampak Covid-19. — “Distribusi PHK antara perusahaan dan pekerja formal adalah 1.304.777 dari 43.690 perusahaan. PHK adalah 41.236 perusahaan dengan 241.431 orang,” katanya. — “Di sektor informal, Menaker menyimpulkan bahwa ia kehilangan 538.385 pekerja dari 31.444 perusahaan atau UMKM.” (*)

Post a comment