Untuk merangsang ekspor, Menteri Pertanian menghapus produk turunan jagung dan gandum di Provinsi Zilegon

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM Swedia-Menteri Pertanian (Mandan) Syahrul Yasin Limpo secara simbolis mengekspor 4.000 ton jagung dan turunan gandum senilai 4.000 rupee dari Kota Banten. Mengekspor 16,2 miliar dolar AS ke negara tujuan di China dan Filipina. Dia juga mendorong banyak negara untuk terus memperluas akses pasar untuk produk jagung dan gandum. Syahrul mengatakan dalam wawancara saat berkunjung ke pabrik pengolahan terigu di kawasan pelabuhan Krakatau milik PT Bunga Flour Mill Indonesia bahwa ini merupakan kegiatan untuk mempromosikan ekspor PT Bungasari, dan menurut saya ini merupakan kegiatan untuk mempercepat ekspor Indonesia. Menteri Pertanian Negara Samandera, Tegal Ratu, Ciwadan, Cilegon, Banten (Sabtu) (20/18/20) mengungkapkan bahwa menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia pada Juni 2020 mencapai 12,03 miliar dolar AS. Dibandingkan dengan US $ 10,53 miliar pada Mei 2020, pencapaian ini meningkat 15,09%. Dia mengatakan: “Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian akan terus mempercepat pembangunan. Kami akan terus mempromosikan dan mengoptimalkan pertanian untuk membantu negara kita.” -Mentan menambahkan bahwa upaya terus-menerus sedang dilakukan untuk produksi dalam negeri dan peningkatan ekspor. . Namun, meskipun Anda harus mengimpornya, ia bermaksud untuk mengekspornya kembali sebagai produk jadi untuk menambah nilai.

Ali Jamil, Direktur Badan Karantina Pertanian, menjelaskan pihaknya menggalakkan kumulatif ekspor jagung dan produk berbahan gandum Banten. Tidak kurang dari 4.000 ton, dihitung dalam Rp. 16,2 miliar sisanya termasuk pati jagung, gluten jagung, tepung jagung dan dedak. Jamil (Jamil .

) Dia menambahkan bahwa 204 ton dedak gandum diekspor ke Filipina dan 656 ton dedak gandum diekspor ke China. Total 860 ton dikemas dalam 8 kontainer dengan nilai ekonomi Rp. 3,4 miliar.

Arum Kusnila Dewi, Kepala Pusat Karantina Pertanian Cilego II, mengatakan melihat peningkatan ekspor yang cukup signifikan selama semester pertama dan pertengahan Juli 2020, yaitu nilai komoditas sebesar Rp. 118,8 miliar dolar AS, naik hanya Rp 16 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 6,8 miliar.

Post a comment