Dalam rangka HANI 2020, Menpora menandatangani solusi bersama untuk 13 kementerian / lembaga

Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pada puncak acara pembukaan peringatan Hari Narkotika Internasional (HANI) 2020 dalam bentuk virtual, Menpora Zainudin Amali menandatangani kesepakatan tentang pencegahan dan pengobatan penganiayaan yang dilaksanakan oleh 13 kementerian / lembaga. Peredaran dan pengelolaan narkotika dan zat berbahaya lainnya, Jumat (26/6/2020) pagi di Ruang Situasi Lantai 9 Kementerian Pemuda dan Olahraga.

13 kementerian / lembaga adalah: Meng Pan RB, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan, Menkers, Mencombham, Menag, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menpola, Panglima TNI, Nasional Kepala Kepolisian, Direktur Biro Personalia Nasional, Direktur Biro Narkotika Nasional, Ketua Komite Instrumen Sipil Nasional (KASN).

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengumumkan acara pembukaan HANI 2020 dengan tema “100% Hidup dalam Normal Baru, Kesadaran Kesehatan, dan Produksi Bebas Narkoba”. Wapres mengatakan, dalam pemberantasan narkotika di Indonesia, psikotropika dan obat-obatan terlarang (narkotika) harus melibatkan semua pihak, termasuk kerjasama internasional, karena narkoba tersebut merupakan kejahatan lintas negara. -Narkoba adalah kejahatan transnasional dan sangat kriminal. , Pengobatan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kerja sama internasional diperlukan untuk memutus rantai distribusi obat. Salah satu penyebab terjadinya peredaran narkoba adalah karena pasokan dan permintaan yang tinggi. Wapres menyampaikan, upaya pencegahan melalui strategi pengurangan permintaan dan penegakan hukum harus terus dilakukan sejalan dengan strategi pengurangan pasokan.

Wakil presiden juga mengutip data milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut dia, 275 juta orang di dunia menggunakan narkoba, terhitung 5,6% dari total populasi dunia yang berusia 15 hingga 64 tahun. Menurut data 3,37 juta pada 2017, populasi usia 10 dan 59 adalah 6 juta. Pada 2019 meningkat menjadi 3,6 juta. Wakil kepala sekolah menuturkan, pada saat yang sama, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar mencapai 2,29 juta pada tahun 2018.

Orang yang paling sering menggunakan narkoba umumnya berusia 15 tahun, sekarang berusia 35 tahun, atau disebut “pecandu narkoba”. Milenial. Jika situasi ini terus berlanjut, maka akan mempengaruhi kualitas dan produktivitas negara di masa depan. Ia mengatakan: Generasi milenial dalam beberapa dekade mendatang akan menggantikan generasi modern. Mereka harus sehat dan produktif. Mereka harus hidup 100% dan hidup bahagia tanpa narkoba. (*)

Post a comment