Tiga langkah Menaker Ida untuk mengatasi pengangguran saat Covid-19

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 telah memperburuk pengangguran di Indonesia.

Kementerian Tenaga Kerja telah mengadopsi 3 langkah strategis untuk mengurangi pengangguran selama pandemi Covid-19.

Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengatakan pada pertemuan ketiga Komite Kerja Bersama DPD RI yang diadakan pada hari Selasa (30/06/2020) pada konferensi video: “Tindakan strategis dimulai dengan memfokuskan kembali anggaran pada perubahan kebijakan untuk mempertimbangkan Kelangsungan bisnis dan perlindungan pekerja. “.

Menda Ida mengumumkan tiga fase, yaitu:

Pertama, sebagai bagian dari rencana respons BLK Covid-19, Kementerian Tenaga Kerja terus memberikan pelatihan keterampilan dan produktivitas . Dalam program ini, peserta pelatihan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga mendapatkan hadiah setelah pelatihan.

Baca: Menaker Ida Klaim Piala Dunia 2022 di Qatar Libatkan Tenaga Kerja Indonesia

Menaker Ida mengatakan selama pandemi, banyak BLK yang juga dijadikan dapur umum dan sentra produksi alat pencegah penyebaran Covid-19, termasuk Pembersih tangan, peralatan pelindung pribadi, masker, wastafel portabel, dan makanan olahan. Ia mengatakan: “Seluruh produksi BLK dibagikan secara gratis kepada orang-orang yang terkena pandemi.” — Kedua, rencana pengembangan memperluas lapangan kerja pekerja yang terdampak Covid-19 dalam bentuk rencana usaha padat karya. . Ketiga, Kementerian Tenaga Kerja juga menyediakan informasi, konsultasi, dan layanan pengaduan untuk pekerja keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan. Menurut dia, tiga langkah strategis ini konsisten dengan enam jaring pengaman sosial pemerintah untuk mengatasi Covid-19, yaitu, pertama, ekonomi merangsang bisnis untuk bertahan dari pandemi sementara pada saat yang sama merekrut pekerja.

Kedua, keringanan pajak pendapatan dan konsesi pendapatan bunga untuk pekerja di sektor formal. Ketiga, mengadopsi program jaring pengaman sosial yang menyediakan bantuan sosial untuk pekerja formal dan informal. Keempat, izin kerja mengutamakan korban yang dipecat dan diberhentikan.

Post a comment