Kementerian Perhubungan memberikan 271 langkah bayi dan peralatan keselamatan gratis kepada nelayan Lampung

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan sekali lagi memberikan bantuan gratis kepada nelayan dan nelayan tradisional di Provinsi Lampung dengan 271 perahu kecil tradisional dan peralatan keselamatan kapal melalui Biro Manajemen Pelabuhan Kelas 1 (KSOP). Pada kesempatan itu, KSOP Panjang menargetkan para nelayan di Teluk Lampung, yang diserahkan oleh pemimpin kantor Kelas I Andi Hartono Panjang, Andi Hartono di Pesawaran, Provinsi Lampung Desa Sukajaya Lempasing di Kabupaten Kecangkas Teluk Pandan. Diserahkan kepada 5 perwakilan yang memenuhi persyaratan implementasi perjanjian kesehatan Covid-19.

Sekitar empat bulan, KSOP Panjang berfokus pada realisasi pengukuran dan pencatatan kios kapal tradisional di bawah GT. Tujuh pelabuhan disediakan gratis atau gratis di beberapa pelabuhan di Provinsi Lampung sehingga komunitas nelayan dan pemilik kapal dapat memperoleh manfaat dari legalitas kapal mereka.

“Dari pembentukan kabin pengukuran, hingga 307 kapal tradisional disurvei. Selama proses implementasi, 6 lorong kecil ditambahkan, sehingga total 271 langkah kecil dikeluarkan dan diserahkan kepada pemilik kapal. Meskipun Ada 36 unit kapal yang tidak bisa melengkapi data kapal, dan ada 5 unit kapal yang lebih besar dari 7 GT, tapi surat kapal harus melalui mekanisme yang berbeda, ”kata Andi.

Selain itu, Andi menjelaskan bahwa hukum mengharuskan. Menurut Undang-Undang Kapal Berlayar No. 17 tahun 2008, setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan berlayar di laut harus memiliki sertifikat kewarganegaraan kapal berdasarkan undang-undang ini.

Untuk kapal dengan tonase kotor (GT) kurang dari 7 GT, Pas Kecil adalah dokumen yang sangat penting yang dapat digunakan sebagai dokumen pemilik kapal, sertifikat kapal nasional, dokumen integritas pelayaran, keselamatan navigasi, jaminan kredit komersial, dan di laut atau Memfasilitasi pendataan jika terjadi bahaya selama pelayaran.

“Ini membuktikan bahwa selain melangkah ke arah nelayan, negara juga hadir untuk meningkatkan keselamatan nelayan. Andy mengatakan:“ Navigasi di wilayah kerja kelas KSOP Kelas I juga ke kapal tradisional. Awak mendistribusikan peralatan keselamatan. “Sebagai isu keselamatan laut untuk kemaritiman, Panjang KSOP Kelas I bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk mendistribusikan 84 perlengkapan keselamatan di atas kapal. Andy mengatakan, di Desa Sukajaya Lempasing, Pesawaran, Provinsi Lampung, disediakan jaket pelampung untuk awak kapal tradisional. Sebanyak 498 jaket pelampung telah dibagikan, jika penyerahan secara simbolis dikoordinasikan oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Pesawaran dan Cabang Bandar Lampung.

Post a comment