Penerapan Desa Normal Baru untuk Melindungi Kebiasaan Budaya

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Desa, Daerah Rentan dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) mengatakan bahwa desa memiliki model dan modul mereka sendiri untuk menyelesaikan berbagai masalah, termasuk mengatasi Covid-19. Normal baru di era pandemi. Hanya saja masih didasarkan pada budaya dan adat istiadat. Dia mengatakan dalam pidato utama pada Konferensi Budaya Desa: “Saya harap para praktisi dapat memberi tahu desa bagaimana menghadapi kehidupan baru desa melalui budaya.”

Menteri Gus mengumumkan salamnya. Pandemi Covid-19 telah memengaruhi paradigma baru dalam memandang dunia, termasuk budaya. Misalnya, budaya tatap muka dalam seminar, salam dan budaya obrolan langsung telah ditransformasikan menjadi budaya virtual teknologi penuh.

“Semua peserta Konferensi Budaya Pedesaan 2020 tidak seperti biasanya. Biasanya kita bertemu muka, berjabat tangan, berkedip, mengobrol, jika orang Jawa bingung, kita tidak. Tetapi kita berhadapan muka dengan gagasan mencari bantuan dalam budaya baru yang disebut teknologi informasi, “katanya.

Dia mengatakan bahwa untuk alasan ini, kehidupan normal orde baru menjadi hasil dari mengatasi pandemi Covid-19. Sebuah langkah strategis menuju batas aktivitas. ————————————————————————————————————————————————— Semua ini sebenarnya bukan budaya Aborigin kita, kita ingin kembali ke budaya Aborigin kita. “Menteri Gus percaya bahwa di balik kepedulian negara untuk menyelesaikan berbagai masalah, ia memiliki solusi masalah yang unik. Desa ini memecahkan masalah penduduk sebanyak mungkin melalui adat dan budaya masing-masing desa.

Dia percaya bahwa tidak hanya itu, desa Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan juga didasarkan pada fondasi budaya masing-masing desa, karena adat dan budaya yang telah menjadi kekayaan Indonesia berasal dari desa. Dia mengatakan: “Saya selalu mengatakan bahwa perencanaan pembangunan dan pelaksanaan pembangunan pedesaan tidak boleh lepas dari akar dan fondasi desa setempat. Akar budaya. “Menurut Gus Halim, Konferensi Budaya Desa adalah titik awal untuk mempromosikan kebangkitan desa dengan akar budaya. Dia berharap bahwa Konferensi Budaya Desa akan diadakan secara teratur setiap tahun. Dia berkata:” Saya berharap ini akan menjadi beberapa tahun ke depan. Awal dari Konferensi Budaya Desa. “(*)

Post a comment