Kemenkop dan UKM meluncurkan kampanye ASN untuk membeli bahan makanan dari koperasi

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam proses pandemi COVID-19 yang memengaruhi KUMKM, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah meluncurkan program untuk membeli bahan makanan dari koperasi untuk pembelian Peralatan Sipil Nasional (ASN) di lingkungan mereka. Kampanye ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan koperasi selama pandemi COVID-19.

Victoria Simanungkalit, asisten produksi dan penjualan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, mengatakan bahwa saat ini terdapat banyak koperasi, salah satunya bergerak dalam produksi produk beras. Pasokan berlebih. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah perlu mengambil tindakan aktif sebagai panduan untuk mengembangkan pemasaran produk koperasi. Victoria mengatakan pada Kamis (4 April 2020): “Kami berharap dapat mendorong ASN di Departemen Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk menjadi pelopor dalam menyerap produk-produk koperasi, dan pada saat yang sama membantu koperasi untuk mempromosikan produk mereka.”) Di Victoria, Victoria menyatakan bahwa melalui program tersebut, Diharapkan bahwa semua ASN dari departemen / organisasi lain dan bahkan karyawan BUMN dapat berpartisipasi dalam penyerapan produk KUKM, sehingga ASN dapat menjadi produk “juru bicara merek” KUKM.

Rencana tersebut juga membahas implementasi PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang diterapkan di DKI di Jakarta mulai hari Jumat, 10 April 2020. Untuk tujuan ini, koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah telah mengadopsi langkah-langkah strategis untuk menjaga distribusi bahan makanan dan mempromosikan transportasi online (ojek motor online).

Sebagai proyek percontohan, fase pertama akan fokus pada beras, yang akan diadakan pada hari Jumat, 10 April 2020.

Telah menetapkan lokasi drop-off di Koperasi Kementerian Pertanian, Konstruksi Perusahaan Kecil dan Menengah dan Lenteng Agung. Karyawan regional / ASN p dapat mengambil barang yang dibeli di lokasi drop-off yang ditunjuk, atau dapat menggunakan layanan ojek online untuk mentransfernya Kirim ke rumah masing-masing. Membayar karyawan (konsumen) di kluster masing-masing dan menggunakan taksi motor online untuk mengirimkan barang ke rumah masing-masing karyawan.

“Pada gelombang pertama, dibuka pada hari Selasa, 7 April 2020, dan berakhir pada hari Rabu, 8 April 2020. Ini telah berhasil memesan hingga 2,9 ton beras berkualitas tinggi, tidak hanya dari karyawan di lingkaran Kemenkop dan UKM. Memesan di sana, dan juga ke Kementerian Desa dan PDT, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Bappenas: “Victoria. Di Kabupaten Indramayu di bawah naungan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, harganya 11.000 rupee per kilogram dan mencakup tiga paket 5 kg, 10 kg, dan 20 kg.

Rencana untuk membeli bahan makanan dari koperasi dan usaha kecil dan menengah mematuhi instruksi Presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 November 2019 dan 9 Desember 2019 tentang pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Panduan ini menekankan tiga poin utama, yaitu berbagai kementerian / lembaga dapat memberikan prioritas untuk membeli produk UMKM (termasuk koperasi) dalam pengeluaran komoditas masing-masing kementerian / lembaga.

Kedua, Menteri Perusahaan Publik mendorong perusahaan publik untuk berperan aktif (termasuk koperasi) dalam menyiapkan produk UMKM (termasuk koperasi) untuk memberikan UMKM (termasuk koperasi) dan kepala tiga lembaga yang bertanggung jawab untuk pengadaan barang dan jasa (LKPP) Dalam katalog elektronik.

Manajemen Koperasi Tani Mulus Muhaimin menyambut baik rencana ini dan berharap rencana tersebut akan terus berjalan di masa depan.

“Kami berharap bahwa program ini dapat melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, apakah itu KUKM sebagai pemasok, atau ASN / karyawan / masyarakat sebagai pembeli, serta produk beras dan kebutuhan dasar lainnya,” kata Muhaimin .

Post a comment