Kementerian Perhubungan menyerahkan alat transportasi kecil dan bantuan kepada nelayan Lampung

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan memberikan bantuan gratis dalam bentuk perahu kecil tradisional melalui Administrasi Distrik Changgang dan Administrasi Pelabuhan (KSOP) Administrasi Transportasi Maritim Level 1, dan menyediakan peralatan keselamatan laut untuk nelayan dan kru tradisional-ini Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Andi Hartono, kepala kantor jangka panjang KSOP I, ke kantor jangka panjang KSOP I dan perwakilan nelayan dari Pelabuhan Rakyat Lempasing, sambil terus mengimplementasikan perjanjian sanitasi Covid-19 sesuai dengan Petunjuk Transportasi Bundaran 12 SE SE 2020. , Arahan ini melibatkan implementasi instruksi transportasi laut selama periode adaptasi dengan kebiasaan baru untuk beradaptasi dengan komunitas pandemi Covid-19 yang produktif dan aman.

Menurut Andi Hartono, jenis bantuan ini diberikan setelah implementasi Pusat Survei Panjang untuk Kategori I KSOP, dan sejak Kabupaten Pesawaran pada 10 Maret 2020, di Selatan. Pendaftaran gratis perahu tradisional di Provinsi Bang Lampung. Semua kegiatan ini dilakukan secara gratis, sehingga nelayan dapat memperoleh manfaat darinya untuk mendapatkan legitimasi kapal.

“Dari pembentukan kabin pengukuran, hingga 307 kapal tradisional disurvei, dan 265 langkah kecil ditempatkan dan diserahkan kepada pemilik. Selama periode ini, sebanyak 37 kapal tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan Data pengiriman, dan ukuran 5 unit kapal lebih besar dari 7 GT, jadi pengiriman surat kapal harus melalui mekanisme yang berbeda, “kata Andy.

Selain itu, Andy menjelaskan bahwa pada 17 Juli 2008 “UU Navigasi”, setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan berlayar di laut harus memiliki sertifikat kewarganegaraan kapal.

Untuk kapal dengan tonase kotor (GT) kurang dari 7 GT, Pas Pas adalah dokumen yang sangat penting, yang dapat digunakan sebagai dokumen pemilik kapal, sertifikat kapal nasional, dokumen integritas navigasi, keselamatan navigasi, jaminan kredit komersial dan kenyamanan di laut atau Kumpulkan data saat bahaya terjadi selama perjalanan.

Menurut Andy, selain mengirimkan tabloid kepada nelayan, ini adalah bagian dari meningkatkan keselamatan navigasi di area kerja, kapal.

“Bersama dengan personel maritim lainnya yang diwakili oleh PT BUP. SLUP, KSOP Kelas I Banrang juga mendistribusikan 1.520 buah peralatan keselamatan kapal dalam bentuk jaket penyelamat. Ini merupakan bentuk kepedulian kepada Administrasi Keselamatan Maritim. Andy mengatakan Banrang Pelabuhan tersebut adalah awak kapal tradisional Provinsi Lampung.

Sementara itu, para nelayan yang menerima diskon simbolis adalah cabang mpung yang dikoordinasikan oleh HNSI di Bandara.

Negara Banda Lampung Melalui ketua Badan Statistik Nasional Bandar Lampung, Asosiasi Nelayan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Provinsi Lampung, khususnya para nelayan di Kabupaten Pesavalan. — “Kami mengucapkan terima kasih atas nama para nelayan dan akan terus mendukung rencana pemerintah Dalam hal ini, kelas OP KSOP kelas I kelas akan terus mengimplementasikan rencana yang sangat berguna untuk upaya membangun keamanan tradisional di Provinsi Lampung, “Khusaeri .

Menurut Andi Hartono (Andi Hartono) Mengatakan bahwa di masa depan, pemerintah akan terus bekerja keras melalui KSOP Kelas I Panjang untuk membantu masyarakat nelayan dengan memberikan manfaat kepada nelayan yang akan bertanggung jawab untuk pengukuran dan pendaftaran. “Andy menyimpulkan:” Saya berharap bahwa melalui Kepemilikan resmi perahu tradisional dan alat keselamatan kapal yang tepat dapat mencapai keselamatan, keandalan, dan kenyamanan, terutama di Langhe dan sekitarnya. ” (*)

Post a comment