Kementerian Transportasi menjaga transportasi logistik tetap stabil selama pandemi

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, Kementerian Perhubungan melanjutkan upayanya untuk menjaga pengiriman dan logistik berjalan dengan lancar, yang mempengaruhi hampir seluruh wilayah Indonesia.

Pengangkutan / logistik yang baik harus menjaga ketersediaan logistik, terutama kebutuhan dasar masyarakat, untuk menjaga ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Di satu sisi, pemerintah tidak ingin masyarakat terkena virus, tetapi di sisi lain, ia tidak ingin masyarakat terpengaruh oleh ekonomi.

Sebagaimana ditekankan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo, aturan kontrol transportasi yang diterapkan selama pandemi Covid-19 tidak akan menghalangi distribusi logistik seperti makanan pokok, perdagangan, obat-obatan dan keperluan peralatan medis, sehingga tidak ada Kekurangan komoditas itu akan menyebabkan harga naik dan akhirnya mengarah pada inflasi.

Karena alasan ini, Kementerian Perhubungan berusaha memastikan bahwa logistik transportasi tidak dapat berhenti berfungsi, seperti yang dinyatakan oleh Peraturan Menteri Transportasi No. 18 tahun 2020, yaitu, untuk melakukan kontrol transportasi dalam rangka mencegah distribusi Covid. Peraturan No. 25, yang menyangkut kontrol transportasi selama Idul Fitri 1441 H, mengumumkan larangan sementara pada transportasi barang / logistik selama pandemi Covid-19.

Kementerian Komunikasi selalu melarang transportasi kembali. Meskipun kegiatan lain, seperti transportasi kargo / logistik dan kegiatan yang standar dan kondisinya sesuai dengan lingkaran kelompok kerja untuk mempercepat pemrosesan Covid-19, otorisasi masih dilakukan melalui kepatuhan ketat terhadap peraturan kebersihan.

Selain itu, pekerjaan lain untuk memastikan distribusi logistik tidak terganggu. Artinya, Kementerian Perhubungan membuka infrastruktur transportasi seperti pelabuhan dalam waktu 24 jam.

Selanjutnya, merangsang perusahaan pelayaran dengan memberikan diskon (diskon) dan waktu mereka menumpuk kontainer atau kargo di pelabuhan selama pandemi Covid-19 untuk mendorong peserta bisnis untuk mengambil insentif atau insentif.

Selain itu, Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan asosiasi industri transportasi seperti Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) untuk memastikan bahwa jadwal termasuk kapal komersial dan kewajiban layanan publik (PSO) subsidi terus beroperasi tanpa Masalah pertemuan .

Hasil pemantauan lapangan, sejauh ini, logistik dan distribusi melalui darat, laut, udara dan transportasi kereta api dalam kondisi baik. Ini memastikan ketersediaan pasokan logistik dan mengendalikan harga barang.

Post a comment