Kemendes PDTT meluncurkan aplikasi Village untuk COVID-19 dan eHDW

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pedesaan, Wilayah Rentan dan Imigrasi (PDTT) telah meluncurkan dua aplikasi seluler yang dapat digunakan untuk membantu mencegah dan mengobati COVID-19 dan kesehatan masyarakat. – Dua aplikasi ini adalah “memerangi COVID-Village”. 19 aplikasi dan pekerja pengembangan manusia elektronik (e-HDW). Keduanya diprakarsai oleh Kantor Pedesaan PDTT Kementerian Kesehatan, Daerah Rentan dan Menteri Imigrasi Abdul Halim Iskandar dan sebenarnya bekerja sama dengan PDTT Anwar Sahar Sekretaris Jenderal Kementerian PDTT dan di hadapan beberapa kepala desa, kader desa, mediator desa dan aktivis desa lainnya. – Kepala desa Abdul Halim Iskandar atau secara lisan dikenal sebagai Gus (Gus) Menteri Menteri menjelaskan bahwa aplikasi desa untuk COVID-19 dikembangkan untuk mendukung implementasi pusat manajemen epidemi COVID-19, yang muncul di lingkaran Menteri Desa mengenai COVID-19 di desa Tanggap. Persyaratan untuk pengembangan daerah rentan dan imigran ke-8 pada tahun 2020 dan pemadatan uang tunai.

Menurutnya, aplikasi ini akan membantu COVID-19 sukarelawan desa untuk melakukan kegiatan dengan memberikan pendidikan dan informasi tentang COVID-19 kepada masyarakat, dan mengumpulkan data real-time terkait dengan komunikasi. COVID-19 dan dampaknya pada masyarakat dapat memfasilitasi proses pelaporan kondisi desa terkait COVID-19.

“Aplikasi desa terhadap COVID-19 dapat mengakses komunitas dan berbagi berbagai dokumen pencegahan COVID-19 dengan komunitas. Desalawan relawan COVID-19 akan mengirim mingguan dan bulanan melalui aplikasi Desa Lawan COVID-19 Laporan. Data ini kemudian dapat dikonsultasikan oleh pemerintah desa, pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk merumuskan kebijakan terkait pencegahan dan pengelolaan COVID-19 di wilayah tersebut, “kata Menteri Gus, (Rabu, 13/5/2020) .– –Selain aplikasi Village Contre COVID-19, aplikasi lain adalah e-HDW. Aplikasi ini dirancang untuk menyediakan layanan intervensi gizi masyarakat selama epidemi COVID-19. Pengobatan stunting. Dia mengatakan: “Aplikasi ini akan membantu petugas pengembangan manusia (KPM) memantau dan mendukung peningkatan integrasi intervensi gizi dengan 1.000 keluarga HPK (hari pertama kelahiran).” Bantuan dan dukungan Bank Dunia telah diperoleh secara maksimal Sangat berguna saat digunakan secara lokal.

“Kami berharap dapat terus menggunakan maksimal kedua aplikasi ini dengan menjalankan dan menjalankan perintah dalam dua aplikasi ini. Melalui COVID-19 desa dan berbagai upaya untuk mengurangi keterlambatan perkembangan desa, kami dapat Jadikan desa yang terbaik, “katanya. (*)

Post a comment