Departemen PDTT merumuskan kebijakan yang tepat untuk membangun daerah tertinggal

Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden No. 63 tahun 2020 (Peraturan untuk penentuan daerah tertinggal dari tahun 2020 hingga 2024). 62 area diidentifikasi sebagai area terbelakang.

Daerah miskin ini tersebar di provinsi Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua dan Papua Barat. Abdul Halim Iskandar dari Kementerian Pedesaan, Pengembangan Wilayah Miskin, dan Imigrasi (Mendes PDTT) telah menanggapi dengan baik kebijakan Presiden Joko Widodo. Gus, nama panggilannya. Menteri Gus mengatakan bahwa jika Perpres disebutkan, standar-standar ini disebut daerah miskin dalam semua aspek untuk memahami sumber daya manusia, peralatan dan infrastruktur, kemampuan keuangan dan aksesibilitas.

Daerah tertinggal ini adalah salah satu tugas dari Kementerian Desa, Departemen Negara Terkecil dan Departemen Imigrasi (PDTT), yaitu Departemen Daerah Miskin (DG PDT).

— Menurut Pasal 18 Peraturan Presiden No. 12 tahun 2015, tugas PDT DG adalah untuk mengatur formulasi dan implementasi langkah-langkah bijak sesuai dengan ketentuan berikut untuk mempercepat pengembangan ketentuan perundang-undangan di negara-negara kurang berkembang.

“Dengan Perpres ini, departemen PDTT akan merumuskan kebijakan untuk mempercepat pengembangan daerah-daerah yang kurang beruntung ini,” kata Menteri Gus.

Desa adalah unit terkecil di daerah miskin. Departemen PDTT. Untuk tujuan ini, rencana kegiatan strategis dan kebijakan akan dirumuskan untuk membuat masyarakat pedesaan lebih maju dan berkembang.

Untuk menentukan skala prioritas pembangunan pedesaan, Kementerian Kesehatan PDTT bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pertanian Bogor dan Universitas Indonesia untuk mempelajari proyek-proyek yang ramah masyarakat.

Post a comment