Menteri Pertanian menjelaskan pencapaian dan kinerja Kementerian di Dewan Perwakilan Rakyat

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertanian (Kementerian Pertanian) Syahrul Yasin Limpo menunjukkan bahwa selama Ramadhan, Idul Fitri dan Covid 19 kebutuhan pangan pandemi terpenuhi dengan baik. Krisis pangan belum bergolak, sebagaimana dibuktikan oleh stabilitas harga pasar.

“Dengan memperkuat pasokan dan stabilitas harga, kami telah mendirikan pasar petani atau toko petani untuk mengurangi rantai toko. Kemudian, masyarakat didorong untuk memperluas pilihan makanan mereka melalui diversifikasi pangan.” Menteri Pertanian, Senin (22/2 / 2020) dalam rapat kerja dengan Komite Keempat Parlemen Indonesia. Selain itu, Menteri mengatakan bahwa kantornya juga bekerja untuk meningkatkan nilai ekspor untuk memperkuat ekonomi nasional yang telah jatuh karena Covid 19. -Untuk referensi Anda, nilai ekspor pertanian meningkat 12,66% pada April 2020. Latar belakang pencapaian ini adalah perlambatan ekspor ke sektor lain.

Menteri Pertanian menyatakan bahwa pencapaian lain adalah kinerja produksi beras selama periode penanaman MT I pada tahun 2020. Peningkatan produksi bahkan mencapai 16,65 juta ton. – Belum lagi inventaris tambahan pada akhir Juni 2020, yang seharusnya mencapai 7,49 juta ton.

“Dalam rangka menjaga stok beras yang cukup pada Desember 2020, Departemen Pertanian telah menyimpan air yang cukup di pusat-pusat produksi dan tempat-tempat lain dengan mentransfer semua komponen sumber daya untuk mempercepat penanaman beras MT II sebesar 5,6 juta Hektar budidaya, katanya.

Menteri Pertanian mengatakan dia optimis bahwa bahkan jika anggaran terbatas, pekerjaan nyata ini dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Dia mengatakan bahwa selalu didorong dengan melibatkan petani dalam penggunaan kredit komersial. Tujuan ini.

“Kami juga telah memobilisasi semua sumber daya yang mungkin untuk menebus defisit anggaran dalam anggaran nasional. Kami bahkan bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga lain untuk mendukung rencana pembangunan pertanian dan memobilisasi semua departemen dan perusahaan untuk mendorong pelaksanaan rencana pembangunan pertanian dan pedesaan. Rencana dan kegiatan pengembangan pertanian, dan mendorong partisipasi sektor swasta dan perusahaan publik untuk memastikan pasokan dan distribusi pangan strategis. “

Harap dicatat bahwa anggaran Kementerian Pertanian tahun 2020 awalnya Rp. Nilai efektif hingga Rp adalah 21.055 triliun. 14049 triliun. Bahkan Departemen Pertanian membutuhkan anggaran yang cukup untuk melaksanakan rencana yang direncanakan. (*)

Post a comment