Lima tahun kemudian, Dana Desa membentuk puluhan ribu Posyandu dan Polindes

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dalam lima tahun dari 2015 hingga 2019, dana desa berhasil membangun ribuan infrastruktur, terutama Posyandu dan Polindes di daerah pedesaan. Desa, daerah rentan dan menteri imigrasi Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) mengungkapkan dalam pidatonya di Konferensi Kerja Kesehatan Nasional 2020 bahwa Posyandu dibangun dengan tidak kurang dari 30.127 unit, dan Tidak kurang dari 11599 Polindes. Diadakan pada hari Rabu (19/2/2020) di JIEkspo, Jakarta.

Julukan Gus mengatakan bahwa pembangunan Posyandu dan Polindes adalah bentuk dukungan keuangan di desa, dengan tujuan meningkatkan kualitas perawatan medis di desa. Di masa depan, tidak hanya dalam hal kesehatan, dana pedesaan juga akan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan.

Baca: Komunitas Desa Bincau di Distrik Martapura, terima kasih kepada kota Sahbirin Noor

“Instruksi Presiden bahwa dana desa saat ini untuk pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi tidak akan melupakan prioritas mutlak infrastruktur. Dalam hal sumber daya manusia, hanya ada dua aspek: kesehatan dan pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan dana di desa Posjandu memiliki banyak prestasi, dan ada banyak orang Polandia Polandia, “mantan presiden DRD Jawa. Gus, menteri Gus di wilayah timur, mengungkapkan bahwa Kementerian Urusan Pedesaan, Wilayah Rentan dan Imigrasi mengeluarkan peraturan menteri setiap tahun untuk menetapkan prioritas penggunaan dana pedesaan. Tahun ini, Dana Pedesaan memprioritaskan masalah-masalah yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ekonomi.

“” (Dana tingkat desa) tidak diizinkan membangun pagar, juga kantor tingkat desa. Dia berkata.

Gus mengatakan bahwa implementasi pendanaan tingkat desa memerlukan partisipasi semua pihak di desa.Kawasan yang kurang beruntung dan Departemen Imigrasi juga memberikan saran langsung kepada kepala desa tentang prioritas penggunaan offline dan online.

“Misalnya, prosedur pemberian makan tambahan untuk anak-anak. Dia berkata:” Misalnya, berapa banyak balita yang membutuhkan telur untuk membeli telur, butuh susu, yang penting adalah biayanya tidak akan melebihi kebutuhan akan efektif dan efisien. “Catatan-dalam insiden ini, Menteri Gus juga menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.-Memorandum kesepahaman tersebut terkait dengan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sektor kesehatan di daerah pedesaan miskin. Area yang relevan dan imigrasi. (BJN *)

Post a comment