Menteri Pertahanan SYL dan Moeldoko memantau pasokan makanan pokok di setiap provinsi

Kilas Kementerian

Bourg TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertanian (Kementerian Pertanian) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Kepala Staf Kabinet (KSP) Moeldoko bekerja sama untuk memantau pasokan makanan pokok, terutama cadangan makanan masing-masing provinsi yang bertanggung jawab atas Konferensi video orang. Menghadapi status tanggapan Indonesia saat ini terhadap virus Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan kelancaran distribusi dan pasokan makanan melalui Pusat Toko Produser Indonesia (TTIC) atau pasar Mitra Tani di setiap provinsi Harga makanan selalu dapat dipantau. Syahrul mengatakan dalam sebuah wawancara: “Sekarang, di hadapan Jenderal Moeldoko, tidak diragukan lagi dapat menyampaikan bahwa Presiden Jokowi sangat peduli dengan seluruh masyarakat, dan memobilisasi semua kekuatan departemen dan lembaga pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat.” Upacara peluncuran toko pertanian . Komunitas pandemi Bovid-19 Bovid, Selasa, 14 Februari 2004-Sekretaris Pertahanan SYL mengumumkan bahwa TTIC yang diusulkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dapat mengatasi masalah pertanian saat ini. Selain 11 produk dasar, TTIC juga menawarkan ikan dan bahkan berbagai sayuran dan berbagai rempah-rempah Indonesia.

“Kami mendorong TTIC sebagai solusi untuk menghubungkan kepentingan dan kebutuhan masyarakat dengan kebutuhan pangan yang ada,” kata Menteri Pertanian. — Di sisi lain, SYL juga mengkonfirmasi bahwa cadangan makanan saat ini dapat memenuhi permintaan selama Ramadhan dan setelah Idul Fitri pada tahun 2020, yang aman. Alasannya adalah bahwa meskipun wabah coronavirus, petani masih antusias tentang panen dan Departemen Pertanian akan memberikan bantuan untuk mempercepat produksi.

“Saat ini, panen adalah setiap hari, dan panen di seluruh Indonesia. Waktu panen adalah dari bulan Maret, April dan Mei. Setelah panen, kami mempercepat kecepatan tanam, sehingga penanaman segera dimulai. Kementerian Pertanian Diperkirakan panen akan berlangsung pada bulan April dan luas panen sekitar 1,73 juta hektar (hektar). Oleh karena itu, pemerintah berharap harga gandum di tingkat petani tidak akan lebih rendah dari harga pembelian pemerintah (PPH).

Puncak panen akan terjadi pada bulan April Dalam proses, dengan luas 1,73 juta hektar dan hasil 5,27 juta ton beras, dan berlanjut di bulan Mei, luas panen sekitar 18 juta hektar atau setara dengan output beras 3,81 juta ton. Luas panen pada bulan Mei masih lebih tinggi dari tahun lalu Maret-Pada puncak panen, Kementan berencana untuk menjaga stabilitas harga Melalui metode KUR (Kredit Komersial Rakyat), Kostraling (komandan strategi penggilingan padi) dapat menemukan solusi. Harga rata-rata di tingkat petani pada bulan Maret adalah Rp 4.600 / kg, menurut Menteri Perdagangan No. 24 tahun 2020, HPP GKP baru di tingkat pertanian telah meningkat sebesar Rp 4.200 / kg, dan diperkirakan akan jatuh pada musim ketika musim panen adalah yang paling makmur.

“Kami meminta setiap daerah Segera serap KUR, dan minta semua wilayah memantau harga agar tidak lebih rendah dari PHP. Kami melindungi cadangan gandum dan meningkatkan kebahagiaan petani, “katanya.

Post a comment