MenkopUKM: Banpres Produksi memang butuh usaha mikro

Kilas Kementerian

Denpasar, TRIBUNNEWS.COM-Dampak pandemi Covid-19 terhadap UMKM tidak merata. Ada usaha kecil dan menengah yang menerima pinjaman bank dan lembaga keuangan lainnya, dan produksi serta penjualan aktivitas mereka menurun. Mereka mengalokasikan rencana restrukturisasi pinjaman dan subsidi bunga.

Selain itu, beberapa UMKM telah bekerja sama dan terkena dampak Covid-19. Demikian pula, penambahan anggaran modal kerja dialokasikan kepada koperasi melalui LPDB KUMKM. Ada juga beberapa peserta usaha mikro yang tidak dapat memperoleh pembiayaan bank. Nyatanya, tidak banyak orang yang tidak memiliki rekening bank. Oleh karena itu, pengusaha mikro sangat membutuhkan larangan presiden yang produktif terhadap usaha mikro.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan hal tersebut saat menyerahkan larangan produksi presiden terhadap usaha mikro ke India. Sabtu, Denpasar, Provinsi Bali (14/11). — “Saat ini, Indonesia telah mendistribusikan Banpres yang berorientasi pada produksi kepada 9,3 juta peserta usaha mikro di seluruh negeri, dengan total bantuan sebesar 22,38 miliar rupiah.” Tidak hanya itu, Teten juga menyebutkan bahwa pemerintah telah mengetahui tentang wabah tersebut. . Covid-19 berdampak besar. Tidak terkecuali usaha kecil dan menengah di industri pariwisata Bali, yang terakhir sangat bergantung pada pariwisata asing dan domestik. , Kontraksi Bali masih tinggi yaitu minus 12%. Tapi, begitu turis kembali, saya yakin ekonomi Bali akan segera kembali melaju, ”kata Menteri Koperasi dan Koperasi.

Oleh karena itu, Teten berharap larangan presiden efektif sebesar Rp 2,4 juta ini bisa digunakan. Untuk keperluan produksi.

“Sejak Bali memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian nasional selama ini, khususnya di sektor pariwisata, maka Banpres Bali yang berorientasi pada produksi usaha mikro Bali menjadi salah satu prioritas kami. Bali adalah showroom internasional Indonesia. Pendapatan usaha mikro Bali mencapai Rp 16 miliar.

Post a comment