Forum Perdana Menteri Indonesia: Komunikasi adalah kunci untuk memahami Undang-Undang Penciptaan Ketenagakerjaan

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah melakukan dialog virtual dengan Forum Perdana Menteri Indonesia (IRF) di Jakarta untuk membahas isi “UU Cipta Kerja”. Ketua IRF dan Perdana Menteri IPB Arif Satria.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menjelaskan, ada empat isu mendesak dalam UU Cipta Karya yang baru saja disahkan DPR untuk dijadikan undang-undang (UU). Bekerja di negara lain. Kedua, dibandingkan dengan negara lain, daya saing pencari kerja relatif rendah. Ketiga, jumlah pengangguran / pengangguran akan meningkat Keempat, Indonesia terjebak dalam perangkap pendapatan menengah.

Selain itu, Menteri Tenaga Kerja juga menjelaskan secara detail kesalahpahaman masyarakat terhadap UU Cipta Karya. . -Petua FRI dan Presiden Institut Penelitian Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menyambut baik hubungan Forum Perdana Menteri dengan pemerintah.

Pertemuan ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan persahabatan. Untuk lebih memahami esensi dari Undang-undang Penciptaan Ketenagakerjaan. Dia berkata: “Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi para perdana menteri untuk memberikan pendapat kepada pemerintah tentang substansi dan aspek hukum dari Undang-Undang Penciptaan Ketenagakerjaan.” .

Dialog dengan perdana menteri berlangsung hangat dan tegas. Perdana Menteri mengapresiasi langkah menteri untuk menjalin hubungan dengan kampus melalui Perdana Menteri.

Menurut mereka, ini adalah pertama kalinya Perdana Menteri diundang untuk membahas secara detail esensi dan isi dari Undang-Undang Penciptaan Ketenagakerjaan. , Dan memperjelas banyaknya kesalahan yang beredar luas. — Para perdana menteri juga menuntut agar setelah DPR secara resmi diserahkan kepada pemerintah, undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja juga harus diterima oleh mereka. Terkait RUU penciptaan lapangan kerja, kami berharap struktur ekonomi akan berubah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja. Pekerjaan mereka disebabkan oleh pandemi Covid. Berpartisipasi dalam diskusi Forum Perdana Menteri. UNG, UNP, Unimal, ITB-AD, ISBI Bandung, UNP Padang, Universitas Telekomunikasi, Direktur Poltek Pos, UIN Jakarta, Rektor Unsrat, Un braw Malang, Unila, Univ. Al Ghifari Bandung dan Universitas Pertamina. (*)

Post a comment