Hingga November 2020, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan 69.464 kapal nelayan tradisional dan kapal penangkap ikan

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan terus melayani masyarakat kecil khususnya nelayan tradisional, dan melayani masyarakat kecil.Salah satunya dengan menggalakkan proses pembuatan small pass untuk kapal-kapal di bawah GT 7 yang merupakan disediakan secara gratis. .

“Saat ini Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan 69.464 small pass. Hingga 26 November 2020.” Direktur Biro Pelayaran R. Agus H. Purnomo mengatakan pada Kamis, 26 November 2020.

“Dengan Pas Kecil ini, perahu nelayan bisa mencoba menangkap ikan di berbagai tempat di Indonesia dan menjual hasil tangkapannya tanpa harus mengukur dari perahu, karena sudah mengambil langkah kecil dan Diakui secara nasional,” Managing Director Argus .

Baca juga: Guna meningkatkan kualitas pengawasan dan penegakan hukum oleh sektor maritim, Kementerian Perhubungan membentuk Panitia PPNS-pass kecil berisi dokumen dan kepemilikan kapal. Siapa pemiliknya, berapa ukuran dan spesifikasi kapalnya, termasuk proses pembuatan kapal dan tahun peluncurannya. Dulu, dokumen disediakan dalam bentuk kertas cetak, sehingga berisiko tinggi jika tersentuh air atau hujan akan mudah rusak. Namun Pas Kecil hadir dalam bentuk kartu yang relatif kecil, seperti KTP atau SIM. Dengan cara ini, mudah untuk dikemas atau disimpan di dompet pemilik atau bahkan nelayan yang sedang memancing.

KSOP Teluk Bayur menjaga langkah kecil kebebasan

Guna memberikan pelayanan yang terbaik, khususnya untuk memberikan kemudahan bagi Anda para pemilik perikanan dan perahu tradisional di Sumatera Barat, Kementerian Perhubungan meloloskan Bayer II Kelas di Bayer. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Otoritas Pelabuhan dan Kantor Otoritas Pelabuhan telah membuka titik pengukuran dan titik pembuangan, serta free pass fishing dan pemilik kapal tradisional langsung ke Air Bangis di Pasaman, Sumatera Barat. .

Menurut Kepala Kantor KSOP Teluk Bayur Kelas II Letkol Mar Agus Winartono, Balai Survei Kapal akan dibuka selama 3 hari di wilayah kerja udara mulai Jumat 21 November hingga Minggu 23 November 2020. Dari Teluk Bayur Bangis dari kantor KSOP. – “Untuk melaksanakan kegiatan ini, Kantor Tingkat KSOP II Teluk Bayur telah menugaskan 3 tenaga ahli survey kapal dan 3 g inspektur kelautan untuk mensurvei kapal ikan di bawah tingkat GT 7, hingga 50 kapal nelayan / kapal nelayan tradisional, kata Kolonel Mar Agus : “Kemudian akan dikeluarkan Pas Kecil dan dibagikan langsung ke komunitas nelayan tanpa dipungut biaya. Lihat juga: Kementerian Perhubungan membahas rencana peruntukan fluks untuk pelayaran pelabuhan Long Lampung-Lt. Kolonel Mar Agus juga menyatakan bahwa acara ini merupakan terobosan baru bagi kantor KSOP Teluk Bayur Tipe II yang disediakannya. mempercepat survey kapal, penyelamatan Pas Kecil sebagai bukti kepemilikan kapal, dan pengiriman langsung ditempat. Komunitas nelayan ini gratis.

“Kegiatan ini akan dilakukan secara berkala dengan harapan dapat membantu kepada komunitas. Kolonel Marg Argus mengatakan: “Kapal mereka telah dimodifikasi untuk membuat para nelayan dan pemilik kapal tradisional mengetahui sertifikat kapalnya sehingga mereka dapat didaftarkan di database kapal Indonesia.” Biro Perhubungan meluncurkan COACH: Pengelolaan limbah kapal terintegrasi Tanjung di Port Pluck – Bersamaan dengan itu, Kolonel Mar Agus Winartono, Kepala Kantor Letnan KSOP II Bayur Bayur, didampingi Hendra Sucipto, Kepala Badan Hukum, dan tim bagian sertifikasi kapal juga melakukan survei di perairan Wilker Airbangis. Mencontohkan, kondisi fasilitas pelabuhan Teluk Tapang masih belum bisa beroperasi akibat pembatasan akses darat di pelabuhan yang belum selesai. (*)

Post a comment