Untuk menghindari penumpukan di angkutan umum, Kementerian Ketenagakerjaan mewajibkan perusahaan menetapkan jam kerja

Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka memulihkan aktivitas ekonomi negara dan masyarakat saat pandemi Covid-19 untuk mencapai kelangsungan bisnis, Kementerian Ketenagakerjaan telah meminta perusahaan untuk merencanakan model kerja dan menerapkan prosedur kesehatan untuk mencegah Covid-19.

Semua perusahaan dihimbau untuk mengembangkan rencana kerja yang fleksibel sesuai dengan kondisi proses produksinya.

Termasuk meminta perusahaan untuk menyesuaikan jam kerja dalam situasi yang tidak stabil ini. — “Setiap perusahaan harus mengembangkan model pengelompokan pekerja / pekerja untuk bekerja dalam kelompok untuk mengurangi risiko berkumpulnya orang ketika mereka meninggalkan pekerjaan dan kembali bekerja. Ini juga menjadi pertimbangan bagi pekerja / pekerja untuk memilih menggunakan angkutan umum di stasiun, dermaga dan halte / halte bus, ”kata Kepala Humas Kementerian Ketenagakerjaan Soes Hindharno di Jakarta, Senin (15 Juni 2020) .– –Soes mengatakan, pihaknya juga mengimbau perusahaan dan pekerja untuk terus melakukan dialog sosial secara intensif dan menjaga hubungan tenaga kerja-manajemen selama proses penyesuaian dari lingkungan kerja ke kebiasaan baru. Proses pembangkitan produk / kombinasi, ”ujarnya. Soes menambahkan, saat melaksanakan rencana kerja dan kesepakatan untuk mencegah penyebaran COVID-19, perusahaan dapat merujuk kepada Menteri Tenaga Kerja M / 7 / AS.02.02 / V / 2020, yang terkait dengan penanggulangan Pandemi Penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19). ) Business continuity plan.

Instruksi lain, kesepakatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di perusahaan dan Ketua SE akan menerbitkan Nomor 8/2020 Kelompok Kerja Pelaksana dan Peraturan Pemerintah Daerah untuk melacak SE. (*)

Post a comment