Menteri Pemuda dan Olahraga RI berharap kampus dapat menanamkan kewirausahaan pada mahasiswanya

Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pemuda dan Olahraga (Munbola) Zainudin Amali terus mendorong perguruan tinggi untuk memberikan semangat wirausaha kepada mahasiswanya.

Pertemuan wirausaha muda antara Kemenpora dan Universitas Pertamina ini merupakan kali kedua Kementerian Pemuda dan Olahraga peduli terhadap perkembangan generasi muda dan mahasiswa di perguruan tinggi.

“Kemampuan akademik setiap mahasiswa tidak cukup untuk berperan setelah lulus. Hal ini diperlukan untuk memberikan hal-hal penting agar setiap lulusan perguruan tinggi tidak menambah jumlah pelamar kerja dan tidak menganggur, terutama di Dalam kasus pandemi “. , Jakarta, Senayan, Rabu pagi (19/8/2020) -Universitas harus memiliki klausul tambahan untuk menjadi generasi muda yang mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat, terutama saat era bonus demografi semakin dekat.

“Kami menyadari bahwa tanpa kekuatan generasi muda tentunya mereka tidak akan mampu bersaing dan menjadi beban. Kami berharap di perguruan tinggi mahasiswa lulusan perguruan tinggi tidak mengganggu pencarian kerja, tetapi kami dorong mereka untuk mandiri. Ia menambahkan:“ Lulus Memiliki jiwa kewirausahaan. Kami mendorong mereka untuk mandiri. Ia melanjutkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengambil beberapa langkah untuk mendorong calon wirausahawan agar memiliki jiwa wirausaha mandiri.

“Langkah pertama adalah menumbuhkan semangat berwirausaha, kemudian kita Pandu mereka untuk memulai bisnis. praktek. Ia berkata: “Bersama para ahli, pemerintah mengapresiasi kegiatan wirausaha yang kontroversial serta contoh dan praktik nyata.

” Saya salut atas upaya University of Petamina agar kita dapat terus bekerjasama dan mengurangi penggunaan Mereka melampaui kemampuan akademis mereka untuk membekali mereka dan bekerja keras, salah satunya adalah kemampuan untuk menjalankan kewajiban. Ia berharap Indonesia maju.

– Profesor Akhmaloka, President of Pertamina University, mengatakan setelah lulus mahasiswa akan menghadapi banyak tantangan. Semua tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan kemampuan akademis, tetapi dengan dukungan dan keterampilan lain yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Era revolusi industri keempat membutuhkan setidaknya 10 keterampilan, yaitu, keterampilan pemecahan masalah yang kompleks, berpikir kritis, kreativitas, manajemen manusia, kolaborasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, pengambilan keputusan, orientasi layanan, negosiasi dan pengakuan Ketahuilah fleksibilitas, “katanya. Dia menyimpulkan. (*)

Post a comment