HUT RI ke 75, Kementerian Perhubungan dukung ekspor 12.000 ton jagung dan 11.700 tetes tebu

Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menjelang HUT ke-75 Indonesia, hal itu menjadi kebiasaan baru dalam pandemi Covid-19, Kementerian Perhubungan cq. Administrasi Umum Angkutan Laut melalui Kantor Manajemen Pelabuhan Tingkat II Sudut (UPP) bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelayanan pelabuhan.Layanan tersebut bertujuan untuk mendukung pengangkutan 12.000 ton jagung dan 11.700 ton jagung ke Gorontalo, Filipina utara Kecamatan Anggrek, Desa Ilangata, Desa Ilangata, Pelabuhan Anggrek, dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan prosedur kebersihan -Untuk mendukung berbagai persiapan kegiatan ekspor jagung dan molase (tetes tebu) di Pelabuhan Angrik, seperti jasa reparasi kapal dan bongkar muat kargo, terlihat hanya 4 negara yang mencapai peningkatan kegiatan muat jagung. – – “Pencapaian ini merupakan keberhasilan bersama dari semua pihak yang terlibat di otoritas pelabuhan, yang berkomitmen mendukung Anggrek p untuk meningkatkan dan meningkatkan pelayanannya,” kata Mohd. Aref A. gustian, kepala kantor unit administrasi pelabuhan Anggrek II.

“Terima kasih kepada Pelabuhan Anggrek Gorontalo yang menolak menggunakan 12.000 ton jagung dan 11.700 ton molase agar kapal berkapasitas besar dapat beroperasi dengan lancar tanpa ada batasan. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Direktur Bappenas Suharso (Suharso) melepas Pelepasan jagung dan molase (tetes tebu) untuk ekspor ke pelabuhan Angrik. Monoarfa dan hadirnya Gubernur Gorontalo, Bupati dan Walikota, unsur Forkopimda dan berbagai pejabat kementerian serta pimpinan OPD Provinsi Gorontalo Turun. Jalur Dinas Perhubungan menambah dua unit navigasi.Pelabuhan Anggrek di sebelah utara Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu pintu gerbang impor dan ekspor barang, termasuk ekspor hasil pertanian dan hasil jagung yang berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor Komoditi tebu yang juga merupakan salah satu ekspor utama produk pokok Provinsi Gorontalo selain yang berbahan dasar tepung pertama dan kopra putih. Ekspor hasil pertanian untuk memajukan pembangunan pertanian Provinsi Gorontalo. ”Uraian singkat .– – Sebagai acuan, Pelabuhan Anggrek tidak hanya digunakan sebagai pintu gerbang impor dan ekspor barang, tetapi juga kegiatan bongkar muat pupuk, semen dan peti kemas, serta penambahannya untuk kegiatan lainnya. (*)

Post a comment