Anda tidak harus mengikuti hukum, ini adalah masalah yang diselesaikan oleh kepala desa

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Imigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) mengutarakan pentingnya model penyelesaian masalah khas pedesaan. -Menurutnya, jika permasalahan di desa tidak terlalu serius atau tidak begitu penting, maka cukup menyelesaikan permasalahan di desa, sehingga undang-undang tidak selalu menjadi acuan.

Abdul Halim Iskandar atau Menteri Gus yang biasa disapa Menteri Gus mencontohkan penyelesaian masalah desa, kemudian masalah tersebut bisa diselesaikan di desa tanpa jalur hukum.

“Saya ingat dengan sangat jelas ketika saya masih sangat muda. Misalnya, jika ada pencuri atau pencuri ayam, dia tidak akan dibawa ke kantor polisi atau polisi segera masuk ke sel. Apakah sel biasa atau tidak biasa. Hanya saja Setelah desa direstui oleh masyarakat, “katanya

” Dan biasanya kepala desa yang mengambil keputusan karena karisma, kemampuan, dan martabatnya, sehingga keputusannya diterima oleh seluruh masyarakat … ini dia Yang saya sebut model tipikal untuk menyelesaikan masalah desa, ”katanya. -Menteri Gus percaya bahwa dalam kekacauan nasional yang menyelesaikan berbagai masalah, desa memiliki solusi uniknya sendiri untuk masalah tersebut.

Desa harus berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah penduduknya. Melalui adat dan budaya masing-masing desa.

Oleh karena itu, Menkeu Gus berharap Musyawarah Budaya Pedesaan 2020 dapat berkontribusi hari ini dari perspektif pemikiran tentang budaya baru yang otentik, unik dan inovatif yang didominasi masyarakat pedesaan.

“Mari kita berharap konferensi ini menjadi penggerak yang sangat penting bagi perubahan dan penguatan budaya pedesaan di masa depan.” Menteri Gus menyimpulkan bahwa ia juga memimpin acara pembukaan Konferensi Budaya Pedesaan 2020 yang diselenggarakan oleh desa. Innovation Studio Rabu (1 Juli 2020). (*)

Post a comment