Terkait software antivirus kayu putih, Kementerian Pertanian hanya melakukan penelitian

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Fadjry Djufry, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), menegaskan produk antivirus berbahan dasar tanaman esensial (eukaliptus) akan diproduksi secara massal oleh swasta. Fadjry mengatakan, Sabtu (4/7/2020): “Laboratorium Kementerian Pertanian (Kementan) hanya melakukan penelitian dan uji laboratorium saja.

” Kami sudah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan swasta dan mereka sudah sepakat untuk produksi massal. Produk-produk ini. “

Kita tahu dalam proses produksinya, Balitbangtan bekerjasama dengan PT Eagle Indo Pharma untuk membantu mereka memasarkan produknya ke masyarakat luas. Perusahaan swasta ini sudah tidak asing lagi karena menghasilkan produk seperti minyak kayu putih.

Tidak hanya di dalam negeri, Bali Bangtan juga bekerja sama dengan mitra luar negeri (seperti perusahaan farmasi Jepang, Kobayashi Pharmaceutical dan Aptar Pharm a Rusia).

Kedua perusahaan tersebut telah diluncurkan di berbagai negara / wilayah Kegiatan pemasaran. Asia Tenggara, China, Jepang, Amerika Serikat, Rusia hingga Eropa. Jadi setidaknya kita juga bisa membantu meredam penyebaran COVID-19, “ujarnya. Sebagai referensi, produk antivirus ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti inhaler, roll-on, salep, balsam, dan dispersi.

Pada saat yang sama, Indi Dharmayanti, Kepala Pusat Penelitian Kedokteran Hewan India menjelaskan bahwa produk tersebut digunakan secara efektif setiap hari. .

Post a comment