Kementerian Ketenagakerjaan terus meningkatkan kapasitas asesor SMK3

Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Untuk meningkatkan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan terus meningkatkan keterampilan asesor SMK3. Mengingat pandemi Covid-19, penerapan SMK3 saat ini menjadi semakin penting. Binwasnaker dan Managing Director K3 Iswandi Hari menjelaskan semakin banyak asesor SMK3 yang mumpuni dan berpengetahuan luas. Peningkatan kapasitas asesor perlu terus dilakukan dengan memantau penerapan SMK3 di Indonesia, khususnya pandemi Covid-19, untuk mengikuti laju perkembangan dunia usaha / industri. Iswandi mengatakan di Jakarta, Rabu (22/7/2020): “Agar bisa menunjukkan semua buktinya dia bisa menyelesaikan dengan sebaik-baiknya satu unit atau sekumpulan skill tertentu. Untuk asesor SMK3, Iswandi menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah menyelenggarakan banyak tugas melalui Biro Pengembangan K3, salah satunya adalah pelatihan pemahaman dan implementasi ISO 45001 tentang mata pelajaran Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) 2020. Jakarta dan Kementerian Ketenagakerjaan Direktur Biro Pengembangan K3 mengadakan pertemuan di Jakarta (21 Juli 2020).

“Saya berharap acara ini dapat memberikan multiplier effect bagi kita untuk mencintai negeri ini dan mewujudkan budaya K3,” kata Iswandi.- Iswandi menjelaskan, sertifikasi ISO 45001 merupakan standar internasional yang menentukan persyaratan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja.Melalui sertifikasi ISO 45001, organisasi dapat berintegrasi dengan sistem manajemen lain, seperti ISO 9001, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 terkait karyawan. 2015, ISO 14001 2015. Dan telah lulus sertifikasi. Hal ini dikatakannya terkait penguatan sistem untuk memastikan terlaksananya evaluasi yang kompeten dan kredibel. — Direktur Pengembangan K3 Muhammad Idham membuka ISO tersebut pada 21 Juli 2020 (Selasa) Pelatihan pemahaman dan penerapan 45001. Harus mampu melatih penilai kompetensi yang kompeten dan kredibel serta memahami ISO 45001: 2018 tentang penerapan SMK3 sesuai ISO Guide 8 (Lampiran SL). Muhammad Idham mengatakan: “Saya tahu dask IK), dan Memahami perbedaan antara OHSAS 18001: 2007 dan ISO 45001: 2018, memahami dan memahami persyaratan ISO 45001: 2018, dan mengevaluasi kepatuhan terhadap regulasi K3 terkait ISO. “(*)

Post a comment