Menteri Dalam Negeri Tito: Sebagai Menteri Dalam Negeri, saya hanya bertanggung jawab untuk menjalankan tugas dan instruksi Presiden

Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuat pernyataan menarik di sela-sela pertemuan tingkat pertama dengan DPR. Urutan pertama di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengangkat isu reorganisasi kabinet. Awalnya, Menteri Tito membahas diskusi dengan anggota Republik Demokratik Rakyat tentang Pelpup Pilkada. Ia mendengar ada yang mengatakan akan memprioritaskan pertemuan di Republik Demokratik Rakyat Korea, daripada pertemuan terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Dia pikir ini perlu untuk diperbaiki. Di bawah arahan Presiden, ia menghadiri rapat DPR di Kabinet. Artinya, sebelum menghadiri rapat, dia terlebih dahulu meminta izin dari presiden. Salah memprioritaskan rapat Perppu daripada rapat terbatas ketua. Saya minta izin ketua untuk ikut rapat pembahasan Perppu ini, karena ini masalah yang sangat penting. Perppu sangat penting untuk menentukan proses menjadi undang-undang agar bisa berdasar. “Menteri Dalam Negeri mengatakan dengan rinci. Dia berkata:” Saya minta izin. “-Mendagri menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajibannya untuk mengikuti rapat atas seizin Presiden. Kemudian tidak lagi terkait dengan masalah atau pengulangan kata-kata. Selain itu, ia memanggil dirinya untuk mendukung. Baginya, masalah reorganisasi adalah urusan Allah SWT. Bisnis. Penataan kembali kabinet adalah hak prerogatif presiden.

“Saya sangat percaya bahwa semua jabatan adalah kewenangan Allah SWT dan ditentukan berdasarkan hak prerogatif presiden. Jadi kita harus menghormati semuanya. Belum kemarin ada yang bilang saya sedikit kurang. Saya puas dengan masalah reorganisasi yang diangkat oleh teman-teman saya. Saya pikir saya akan menerima pesanan, tidak. Saya tidak pernah meminta teman-teman saya untuk mengemukakan pendapat lain tentang Gerakan, mungkin hanya secara spontan. “Katanya.” –Seperti yang dikatakan Menteri Dalam Negeri Tito, ia memahami bahwa salah satu tugas pokok saat ini adalah mengawasi Pilkada agar pemilihan umum ini dapat dilaksanakan dengan aman dan terpercaya. Dalam situasi baru, jika Tuhan menginginkannya. Dalam kasus khusus Covid-19, saya berharap melalui kerja sama kita semua, kita dapat mencegahnya mengembangkan cara menyebarkan Covid-19, itu saja, saya masih bekerja, masalah lainnya , Sepatah kata bolak balik mala SWT dan keputusan keistimewaan presiden harus dihormati, ”ujarnya. (*)

Post a comment