Kementerian Perhubungan mengeluarkan peraturan baru yang mewajibkan penumpang di kapal untuk mematuhi protokol sanitasi

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menghadapi masa adaptasi untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru transportasi termasuk jasa angkutan laut, Kementerian Perhubungan mengeluarkan peraturan tentang penerapan pedoman angkutan penumpang maritim di laut yang menyesuaikan dengan kebiasaan baru Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2020 Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 41, Surat Edaran Nomor 2020, Keputusan Nomor 2020 Tahun 2020, tentang Pencegahan Dalam rangka penularan Covid-19, Permenhub 2020 dan Surat Edaran Dirjen COVID-19 Management Working Group # 7 untuk pengendalian pengendalian transportasi dalam rangka penularan Covid-19. COV ID-19).

“Surat edaran ini tidak lagi membatasi siapa yang pergi atau membatasi siapa yang telanjang. Tetapi siapa pun boleh bepergian dengan perahu, tetapi tetap harus mematuhi prinsip-prinsip peraturan kesehatan, termasuk jarak fisik,” Direktur Jenderal R. Agus H. Purnomo mengatakan pada pertemuan tersebut. Mencegah penyebaran Covid-19 ke masyarakat yang produktif dan produktif. “Safe Covid-19” ada di kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta.

Menurutnya, dalam penyelenggaraan angkutan laut yang menyesuaikan dengan kebiasaan baru ini, setiap penumpang, operator harus memenuhi standar-misalnya untuk penumpang harus menerapkan protokol kesehatan (seperti menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan) Dan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku) bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri.

Setiap penumpang diwajibkan untuk menunjukkan tiket, boarding pass, KTP, dan dokumen penting lainnya.

Pengingat khusus: Untuk penumpang dari luar negeri, mereka harus lulus tes PCR sebelum tiba di pelabuhan domestik. Selain itu, setiap penumpang diharuskan mengaktifkan aplikasi “Care Protection” di ponsel yang dapat diunduh melalui Appstore atau Playstore. – Mengenai kapasitas penumpang yang diizinkan di kapal, Menteri Perhubungan Laut Administrasi Umum G menegaskan bahwa kapasitas penumpang harus disesuaikan dengan karakteristik kapal dengan syarat selalu digunakan prinsip sanitary agreement. Bagi operator kapal penumpang dan operator terminal penumpang, mereka harus rutin melakukan pemeriksaan Covid-19 untuk kesehatan gratis dan selalu menegakkan kesepakatan kesehatan bagi karyawan, awak kapal atau operator lain, termasuk menjaga jarak, memakai masker dan cuci tangan.

Post a comment