Kementerian Perhubungan memberikan layanan kepada masyarakat dan melakukan intervensi dalam penyelesaian kecelakaan kerja pelaut

Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Kelautan Kementerian Perhubungan kembali menjadi mediator pemberian kompensasi kepada pelaut yang mengalami kecelakaan industri akibat tugasnya sebagai pelaut. Santunan berupa upah sakit kepada pelaut yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugasnya yaitu nakhoda. VLGC Clipper, Handiko di atas kapal milik PT. Tanung Perdana Cemerlang senilai Rp 4,0797 miliar di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan pada Selasa, 20 Oktober. Hermanta.

Buyung Lalana mengatakan bahwa pemberian santunan kepada pelaut yang mengalami kecelakaan kerja jelas merupakan bukti keseriusannya. Bentuk pelayanan Kementerian Perhubungan dan arah laut secara keseluruhan. Buyung Lalana mengatakan hal ini jelas karena transportasi laut. Kementerian Perkapalan dan Administrasi Umum Angkutan Laut prihatin dengan perlindungan pelaut Indonesia.

Dan, lanjut Buyung, kompensasi ini juga membuktikan kepada kita pengakuan dan dedikasinya.Profesi pelaut, ini contohnya. Bagus sekali.

“Hal ini juga sejalan dengan pandangan Presiden Joko Widodo bahwa perlindungan dan sumber daya manusia atau pelaut sangat penting untuk mendukung Indonesia sebagai kekuatan maritim,” ujar Buyung Lalana. – Bersamaan dengan itu, Direktur Navigasi dan Komersial Maritim Kapten Hermanta menyampaikan bahwa ke depan Administrasi Umum Angkutan Laut akan terus berperan sebagai mediator antara kedua pihak, karena ini sebagai bentuk pengabdian dan dukungan terhadap rahasia. Pelaut Indonesia.

“Hari ini, Allhamdullilah bisa menyaksikan dari Handiko’s PT. Pengurus Tanjung Perdana Cemerlang menyerahkan santunan satu tahun dalam bentuk uang sakit. Kapten dari penyandang cacat tetap kaki kirinya itu mengatakan selama pertunjukan: “Yang terpenting adalah hal-hal sepele di atas kapal.” Kata kapten kapal. Yang terpenting, mediasi pemerintah semacam ini menunjukkan bahwa pemerintah ada di masyarakat, terutama para pelaut Indonesia yang berusaha melindungi diri. -Kedepannya kami akan terus bekerjasama dengan perusahaan tempat kami bekerja untuk menyelesaikan permasalahan khususnya pelayanan yang diberikan kepada pelaut pada saat kecelakaan.Kapten Hermanta menyampaikan bahwa keadaan ini akan mengakibatkan cacat tetap bahkan kematian, sehingga para pelaut dan ahli warisnya tidak “Menunggu terlalu lama.” (*)

Post a comment