Menpora akan segera mengeluarkan program olahraga normal baru

Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali menjadi narasumber pada webinar olahraga bertema PON dan prestasi olahraga di era pandemi Covid-19. Konferensi tersebut sebenarnya digelar di Ruang Situasi Graha lantai 9 Pemuda, Kota Seinayan, Jakarta Pusat. , Jumat / 2020).

Webinar yang digagas Universitas Negeri Surabaya (UNESCO), dihadiri lebih dari 5.000 orang.

“Wabah Covid-19 berdampak cukup besar terhadap kegiatan olahraga. Dampak yang paling nyata terjadi pada industri pariwisata. Di bidang pariwisata, berbagai kegiatan yang ditujukan untuk wisata olahraga belum diselenggarakan. Selain itu berdampak pada sosial ekonomi. Kita tahu bahwa banyak kegiatan olah raga seperti Football League, IBL, La Liga dan even-even lain yang macet, dan tidak hanya atlet Menpola saja yang menggantungkan hidup (kegiatan olah raga) secara ekonomi yang diawali sambutannya.

Kemudian , Katanya lagi, berdampak pada masyarakat dan kesehatan, pada pandemi ini, sebaiknya tinggal di rumah (dalam (tentunya hal ini berdampak besar pada performa atlet.)

meski berdampak pada olahraga itu sendiri. Dampaknya sudah jelas, namun performa atlet dan event olahraga belum efektif, dan aktivitas olah raga komunitas telah dihentikan sama sekali. — Berdasarkan opini dan pengalaman ahli dalam pengobatan penyakit dan epidemi, pandemi Covid-19 tidak akan 100% Hilang. Pemerintah akan mengeluarkan perjanjian latihan baru dalam urutan normal. Untuk merumuskan perjanjian latihan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Departemen Koordinasi PMK, Kementerian Kesehatan dan Pokja Covid-19. Dia mengatakan: “Konsep perjanjian latihan normatif baru adalah Kamp pelatihan, termasuk pelatihan mandiri, pelatihan virtual atau terisolasi, sangat membatasi perjanjian olahraga normatif baru. “

Menpora mengatakan hal lain tentang kebijakan organisasi PON XX Papua. -Menurutnya, menurut presiden Perintah pelaksanaan PON XX di Papua pada Oktober 2021. Upacara pertemuan pada tanggal 23 April 2020, tugasnya menyukseskan organisasi, pengelolaan ekonomi dan administrasi.

“Melalui penerapan Covid, tempat lomba dan XX PON Papua Pelaksanaan pekerjaan sosialisasi dan promosi terus dilakukan, 19 perjanjian pengelolaan dan pencegahan.Pemerintah juga terus mengalokasikan dukungan anggaran kepada APBN untuk pelaksanaan PON XX di Papua, dapat dilaksanakan secara virtual maupun mandiri berdasarkan perjanjian pengelolaan tatanan standar yang baru “, pungkasnya. (*)

Post a comment