Ikatan Dokter menduga Menteri Kesehatan Terawan menyalahgunakan kewenangannya untuk memilih anggota KKI

Kesehatan

Reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Organisasi profesi dan asosiasi medis memprotes Keputusan Presiden Nomor 55/2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan 17 tenaga medis Indonesia ke Dewan periode 2020-2025. — Ada tujuh organisasi profesi dan asosiasi kedokteran yang menggugat keputusan ini, yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), MKKI, MKKGI, AIPKI, AFDOKGI, ARSPI.

Wakil Presiden PDGI, PhD. Ugan Gandar mengaku marah karena nama anggota KKI baru tidak sesuai dengan rekomendasi organisasi profesi dan asosiasi kedokteran.

Salah satu yang melatarbelakangi protes tersebut adalah UU No. 29 tahun 2004. Pasal 14 UU tersebut secara jelas menjelaskan pengetahuan praktik kedokteran, yang jelas Menteri Kesehatan menyusun nama-nama calon anggota KKI berdasarkan organisasi dan perkumpulan. Menyarankan.

“Kami rasa perlu ditegaskan bahwa kami menemukan bahwa-nama-nama anggota KKI yang tercantum dalam Perpres No. 55/2020 tidak sesuai dengan namanya. -Nama-nama yang sudah kami usulkan ke Menteri Kesehatan,” kata Dr. Ugan pada tahun 2020 Demikian disampaikan dalam jumpa pers pada Senin 24 Agustus. Tidak berhak, demikian Menteri Kesehatan memasukkan namanya. Ugan menjelaskan, sejak awal tahun 2019, mereka telah mengajukan proposal nama gula bit kepada anggota KKI, dan melakukan seleksi yang panjang dan cermat dengan memperhatikan dan menyesuaikan dengan persyaratan hukum. Bagi calon yang tidak mau mundur, Menteri Kesehatan telah mengusulkan perbaikan dan pengusulan nama baru.

Ketujuh asosiasi tersebut juga kecewa dan menentang sikap dan langkah Menteri Kesehatan untuk memilih 17 anggota KKI baru yang tidak sesuai dengan hukum dan penyalahgunaan kekuasaan. Dokter berkata: “Saya telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan peraturan, jadi saya harus curiga bahwa telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan.” Ugan.

Mereka berharap Menteri Kesehatan dapat menjalin hubungan kerja yang baik dan menjaga kondisi yang layak, terutama karena masalah ini pada saat pandemi Covid-19. Kesehatan tidak membuat pernyataan kontraproduktif (mengkhawatirkan). Ugan

Post a comment