Industri jamu Indonesia memasuki pasar global, salah satunya Arab Saudi

Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM-Sejak dahulu kala, obat-obatan herbal Indonesia telah dikenal luas karena khasiatnya dalam menjaga kesehatan.

Apalagi sejak pandemi Covid-19, masyarakat mulai kembali mengonsumsi jamu tradisional, seperti jamu, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Kementerian Perindustrian mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan juga menunjukkan bahwa industri kimia, farmasi dan obat tradisional pada triwulan I tahun 2006 meningkat 5,59% pada tahun 2020.

Doddy Rahadi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, mengatakan: “Indonesia memiliki potensi untuk menanam tanaman obat di banyak daerah, sekitar 30.000 di antaranya digunakan di 40.000 tanaman obat. Secara global, Dan karena potensi permintaan di pasar lokal dan global, prospek perkembangannya juga sangat optimis. “Apakah dia mengumumkannya? Perusahaan Industri Obat dan Farmasi China (Tbk) Sido Muncul unggulan PT itu menolak untuk meniupkan angin cair ke Arab Saudi pada Senin (10/8/2020). Kantor pasar Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, Sido Muncul Jakarta dan Arab Saudi, ditandai dengan pemotongan pita dan pembobolan tangki air di Semarang. Hidayat mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Badan POM atas bantuan dan bantuannya sebelum menyelesaikan ekspor perdana.

“Sido Muncu berencana memperluas ke negara lain setelahnya,” kata Alwan di acara tersebut, Senin (10 Agustus 2020).

Sido nampaknya akan mengapalkan setinggi 20 kaki Kontainer Tolak Angin dikirim ke Arab Saudi dan didistribusikan secara merata ke pasar-pasar utama Arab Saudi sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan Tolak Angin.

Bersamaan dengan itu, Sido M juga menunjukkan hasil analisis uji efikasi atau hasil uji kemanfaatan sertifikat kepada tamu peserta acara dan hasil uji toksisitas penolakan.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa meminum dua bungkus Tolak Angin sehari biasanya meningkatkan sel T, dan inilah hasilnya. Kata Irwan.

Irwan mengemukakan bahwa Tolak Angin memang dapat meningkatkan sel T, tetapi tidak spesifik untuk melawan virus tertentu.

Keberhasilan Sido Muncul mengekspor Tolak Angin tidak lepas dari kepatuhan perseroan terhadap peraturan pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) .Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengekspor ke Sido Muncul Upaya tersebut diapresiasi. Tentunya Badan POM mengapresiasi upaya Sido Muncul untuk terus mengembangkan produk jamu ini agar dapat bersaing di skala global. Kami telah melihat dan membantu berbagai ekspor Sido Muncul ke berbagai negara. “Senang melihat. Agar produk Sido Muncul masuk ke pasar global, ”jelas Penny.

Dalam pengumuman ekspor perdana Tolak Angin ke Arab Saudi, Direktur PT Sido Muncul Tbk Direktur Industri Jamu dan Farmasi Irwan Hidayat membidangi obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik RR Mara Gustina Andarini, Direktur LPPOM Lukmanul Hakim, Direktur Bina Pengembangan Ekspor Negara, Konsulat Jenderal Arab Saudi, Indonesia, distributor Sido muncul di Abdilah, Arab Saudi dengan class representative Heri Semarang Balai Karantina Pertanian Widarta, SP, Master, Sido Muncul, Irnez Hidayat, Nadia Hidayat dan manajemen Roy Anton.

Post a comment