Setelah anak mulai makan, mohon jangan menunda memberinya daging untuk mengisi kembali energi bayi

Kesehatan

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dulu, saat anak sudah bisa makan, orang tua tidak langsung memberi makan daging, melainkan menunggu hingga anak berusia 8 atau 10 bulan.

Orang tua menunda waktu pemberian daging dan hanya memilih satu menu, karena takut pada anaknya, sulit menelan dan menyebabkan sembelit.

Dokter anak. Yovita Ananta, SpA mengemukakan bahwa hipotesis tersebut belum terbukti secara medis, jika daging empuk maka daging dapat ditelan oleh anak-anak. . Live Instagram Aktifitas Yovita bersama @healthykidscorner, Selasa (14/7/2020).

Bacaan: Shandy Aulia diolesi MPASI saat berumur empat bulan, memberikan langkah defensif untuk menampar ibu — -Baca: Sisa ayam tidak boleh dicuci sebelum disimpan, ini berbahaya.

Dr. Yovita menjelaskan bahwa jika orang tua terlambat memberi makan anak maka akan menjadi masalah.

Faktanya adalah protein yang terkandung dalam ayam, daging sapi dan ikan sangat penting untuk pertumbuhan anak-anak. -Takut makan daging, kalau mau makan bertahap jangan tunggu delapan sampai sepuluh bulan, cukup beberapa hari saja. Kata dokter: “Jangan terlambat, karena protein sangat kondusif untuk pembentukan energi dan sel.” Yovita .

Perhatikan juga proporsi makanan tambahan untuk anak. Komposisi yang benar adalah: setengahnya harus karbohidrat, seperti nasi atau kentang, Lalu ada sepertiga protein dan lemak, termasuk sayur dan buah. Ada banyak kesalahan hari ini. Buah lebih dari sekedar karbohidrat dan protein, yang bisa membuat nutrisi anak tidak seimbang.

“Sayur dan buah-buahan tidak perlu harus ditambah dalam jumlah banyak. Lemak berlebih bisa digunakan saat makan. Minyak atau mentega bisa digunakan untuk memasak,” tutup dr Yovita.

Post a comment