Selamat datang di Hari Anak Nasional untuk menyediakan air yang cukup bagi perkembangan kognitif anak

Kesehatan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun ini, anak-anak Indonesia harus diterima dalam suasana yang berbeda.

Selama rekonstruksi rumah baru, pemerintah menerapkan aturan bahwa sebagian besar kegiatan belajar mengajar untuk anak-anak masih harus diselesaikan dengan cara yang berbeda. Untuk menjelajah Internet di rumah, masih perlu dilakukan pembatasan aktivitas anak di rumah untuk menjaga kesehatannya.

Tentu saja, para orang tua saat ini membutuhkan strategi baru untuk memungkinkan anak-anak mereka fokus belajar di rumah dan mencegah penurunan kemampuan kognitif anak selama masa belajar. Fungsi kognitif periode ini melibatkan segala sesuatu yang dapat terjadi pada manusia, termasuk pemahaman, konsentrasi atau konsentrasi, semua proses berpikir dan ingatan perasaan, termasuk perasaan emosi. Kemampuan kognitif anak dapat dipengaruhi oleh banyak faktor.

Namun, hanya sedikit orang yang tahu bahwa hidrasi yang baik atau minum air minum yang cukup berkualitas adalah salah satu faktor penting untuk perkembangan kognitif. Terbaik untuk anak-anak. Ahli hidrasi dari Indonesian Hydration Working Group (IHWG). Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), Guru mengemukakan bahwa kebutuhan cairan anak berbeda dengan orang dewasa. Ia mengatakan, “Kamis (7 Juli 2020). Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan akan cairan, juga penting untuk mengonsumsi air yang berkualitas. Syaratnya air yang berkualitas tinggi tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berasa. Mengandung zat dan mineral berbahaya.

Mineral, seperti zinc (Zn), magnesium (Mg), sodium (Na) dan selenium (Se) dapat membantu Anda memaksimalkan fungsi organ tubuh, dan mengandung tulang yang sehat Dan mengatur (termasuk anak-anak) nutrisi silika yang sehat.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa kinerja siswa dapat ditingkatkan dengan meningkatkan pemahaman visual dan memori mereka sebelum mengonsumsi 200 ml hingga 400 ml atau 1-2 cangkir. Hal ini membantu proses pembelajaran untuk meningkatkan efek belajar.

Sayangnya, data menunjukkan bahwa satu dari lima anak dan remaja di Indonesia masih belum dapat memenuhi kebutuhan suplemen airnya.

Post a comment