Standar pengobatan Corona memungkinkan keluarga pasien Covid-19 untuk mengajukan klaim

Kesehatan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Suka atau tidak suka, pandemi corona memang belum berakhir. Indonesia, termasuk seluruh belahan dunia, dibuktikan dengan terus banyaknya kasus positif setiap harinya. Lantas, bagaimana jika seseorang terinfeksi virus SARS CoV-2?

Pemerintah sendiri mengidentifikasi virus Corona sebagai penyakit menular yang muncul (IEP), yang dapat menyebabkan situasi medis darurat dan kerugian ekonomi yang besar.

Menurut Rico Mardiansyah, Direktur Propaganda Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Kementerian Kesehatan, dimungkinkan adanya permintaan dana bagi pasien yang menjalani pengobatan PIE, termasuk infeksi Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Bina Kesehatan. Merujuk pada keputusan Menteri Kesehatan “, ia mengumumkan pada Jumat (24/7/2020).

Peraturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia HK.01 / 07 / Menkes / 446/2020, yang mengatur tentang Pedoman teknis klaim pasien rumah sakit untuk penyakit menular tertentu yang sedang berkembang memberikan layanan untuk Penyakit Virus Corona (Covid-19) pada tahun 2019.

Standar Rawat Jalan

a. Bagi pasien yang diduga memiliki atau tanpa penyakit penyerta mohon Dilampirkan dengan bukti tes darah rutin dan foto rontgen dada. -Radiografi dada pasien sakit jiwa, maniak dan orang yang gelisah, disertifikasi oleh sertifikasi DPJP

b. Terkonfirmasi Covid dengan atau tanpa penyakit penyerta atau penyakit penyerta -19 pasien, harap melampirkan bukti hasil uji laboratorium RT-PCR di rumah sakit atau institusi medis lainnya.

Standar Rawat Inap

Post a comment