PCR lokal untuk pasien Covid-19 harus diselesaikan bulan depan

Kesehatan

Wartawan Tribunnews mengabarkan Fitri Wulandari-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Konsorsium Covid-19 bentukan Kementerian Riset dan Teknologi serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertujuan membantu Menanggapi merebaknya virus corona di Jepang, Indonesia dan tempat lain sudah diberi tugas untuk melakukan tes. Kit diagnostik uji cepat reaksi berantai polimerase (PCR).

Namun, terkait aktivitas kedua studi tersebut, BPPT menugaskan pengelolaan Covid -19 Research and Technology Innovation Working Group (TFRIC19). Sebagai lembaga penelitian terapeutik (jirap).

Hammam Riza, Penanggung Jawab BPPT, mengatakan kedua studi tersebut harus selesai dalam waktu sekitar 1-6 bulan. Karena setiap pelajaran memiliki tujuan penyelesaian yang berbeda. PCR harus selesai dalam waktu sekitar 1 bulan. “Setiap tujuan penelitian memiliki waktu yang berbeda,” kata Hamam dalam video conference secara real-time dengan Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kamis (26/3/2020). % Pasien di Wuhan telah sembuh Fakta membuktikan bahwa korona masih positif-TFRIC19 nantinya akan melengkapi peralatan medis yang diperlukan untuk Indonesia saat mahkota diproses.

Bacaan: Kejutan bagi Penghuni Ojol Jok Tatap Muka Sepeda Motor: Disebut ambulans, ternyata sudah tertidur lagi

“Pokja ini terdiri dari 50 orang ahli, jadi tidak mulai dari nol. Hanya data terkait AI (artificial (kecerdasan)) dan sampel test kit yang harus didapatkan dari pasien lokal di Indonesia karena harus mengembangkannya sendiri, ”jelas Harman. —— “Baca: Di Kota Badong, WNA dilarang masuk ke pasar tradisional. Waspadai Corona pandemi-di TFRIC19, beberapa pemangku kepentingan terus berkembang.

BPPT ditunjuk sebagai koordinator, dan Didukung oleh perwakilan lembaga penelitian dan pengembangan seperti LIPI, Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) dan Lembaga Penelitian Biologi i Eikkman. ITB, UGM, UNAIR, YARSI, UNHAN, Unika Atma Jaya, UNPAD, UNESCO, UNDIP, UNTAG Surabaya , UNISBA.

Post a comment