Presiden meminta agar petugas kesehatan segera membayar, dan Kementerian Kesehatan mengalokasikan Rp 437,37 miliar

Kesehatan

Reporter Tribunnews.com Laporan Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Awal pekan ini, rekaman video viral Presiden Jokowi di rapat kabinet mengecam para menteri karena kritiknya terhadap Covid. -19 pandemi di sektor kesehatan.

Dalam video tersebut, Chokovi juga mengimbau kepada bawahannya untuk segera memberikan insentif dan tunjangan kepada petugas kesehatan, termasuk pensiun kematian. Jumlah total perawatan kesehatan adalah 437,37 miliar rupee.

Besaran penghargaan tersebut dibagikan kepada 99.309 tenaga kesehatan yang bertugas di pusat dan daerah. Perawat, Tanpa Motivasi-Baca: Zaskia Mecca Lahir Saat Pandemi Covid-19, Hanung Bramantyo Beri Nama Anak Kelimanya- “Kami Sediakan Bantuan Berharga Rp 437,37 Miliar Kami sudah sediakan 99.309 tenaga kesehatan. Kami sudah membayar hampir 100.000 orang, “kata Abdul Kadir dalam wawancara radio, Kamis (2 Juli 2020).

Sejauh ini Kementerian Kesehatan terus melakukan verifikasi hak atas bonus, yakni hanya tenaga kesehatan. Yang secara langsung menangani pasien Covid-19.

“Karena ini adalah uang rakyat, uang pemerintah tentunya harus ditransfer ke hutang. Kami tidak ingin kami memiliki masalah di masa depan, kami juga tidak ingin melakukan pembayaran kepada orang yang tidak pantas untuk pulih Termasuk pembayaran ini. Ada Abdul Kadir (Abdul Kadir) yang bilang tidak ada niat untuk menekan apa yang perlu kita tekan. “Pengobatan Penyakit Virus Corona (COVID-19) pada 2019.

Peraturan Menteri tersebut merupakan hasil revisi Kepmenkes edisi sebelumnya HK.01.07. / MENKES / 278/2020 .

Kemudian sesuai instruksi Presiden, penghargaan untuk ahli kedokteran adalah Rp 15 juta, untuk dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta, dan Rp 7,5 juta untuk perawat dan bidan, Dan petugas kesehatan lainnya 5 juta rupee.

Manfaat kematian adalah 300 juta rupee per orang. Bentuk piagam dari pahlawan kesehatan yang meninggal dalam pelayanan kesehatan.

Post a comment