Buku “Jelajahi Jiwa” berupaya menghilangkan stigma untuk mencegah kecenderungan bunuh diri

Kesehatan

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Komentar bunuh diri identik dengan tema “gelap”. Namun sejak 2008, Nova Riyanti Yusuf, mantan anggota Parlemen Indonesia, telah bekerja keras untuk mempelajari bunuh diri.

Pada tahun 2008, ia menyelesaikan pelatihan profesionalnya dalam bidang psikiatri di sekolah kedokteran universitas. Dari Indonesia (FKUI).

Pada saat ini, ia harus menentukan subjek tesis sebagai syarat kelulusan untuk menjadi psikiater.

Nova Riyanti Yusuf kemudian merasa dia ingin menantang studi tentang artis dan bunuh diri, karena dia juga merasa bahwa dia adalah bagian dari artis.

Ketika berbagai teori percaya bahwa bunuh diri sangat dekat dengan artis (Kurt Cobain, Ernest Hemingway, Virginia Woolf, Sylvia Plath) Plath) dan 2 pelukis di Indonesia yang pergi karena bunuh diri), ia menjadi sangat ingin tahu dan menemukan 2 kasus pelukis bunuh diri di Yogyakarta. Sebuah studi biopsikososial tentang perilaku bunuh diri dua pelukis dari Yogyakarta.

Studi kasus dua pelukis yang meninggal dalam penguburan. Di koran, ia memperoleh informasi tentang dua anggota keluarga yang tidak bunuh diri oleh pelukis. Wawancara menunjukkan bahwa pelaku mungkin sakit jiwa. (Lukisan), hubungan pribadi dengan kekasih dan banyak faktor lain mendorong kedua seniman untuk bunuh diri.

Beberapa tanda peringatan termasuk bunuh diri sebelum menunjukkan pemandangan yang menyedihkan. Kali ini, ia juga menggunakan teknik triangulasi untuk menganalisis lukisan dengan Eugen Koh, seorang kurator lukisan, kemanusiaan dan psikiater di Pusat Dax Universitas Melbourne. ,Apakah seseorang disana?

Post a comment