Dokter tidak memaksa anak untuk memakai topeng, tetapi hanya menyarankan anak untuk berada di rumah selama pandemi Covid-19.

Kesehatan

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pada periode normal baru, setiap orang harus memakai topeng ketika mereka meninggalkan rumah untuk memprediksi virus korona (covid-19).

Namun, untuk anak di bawah dua tahun, dokter anak Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Dr. Anggraini Alam, Sp.A (k) merekomendasikan untuk tidak memakai topeng. Sistem organisasi anak di bawah dua tahun masih sangat kecil, bahkan jika penggunaannya lambat, anak-anak akan merasa gugup saat menggunakannya. – “Topeng tidak dapat digunakan setelah dua tahun karena mereka tidak nyaman, tetapi ada topeng menarik yang dapat Anda coba sambil mengawasi anak-anak Anda”, Dr. Anggraini tinggal bersama stasiun radio Kesehatan, Senin (15/6/2020).

Baca: Kiat-kiat untuk makan buah-buahan, jadi Anda tidak perlu khawatir tentang kambuhnya masalah perut

Baca: Pemerintah Jawa Tengah mendapat bantuan dengan produk-produk nutrisi

Memaksa anak-anak memakai topeng atau Dr. Anggraini mengatakan untuk memakai Topeng, anak-anak harus terlebih dahulu ditahan untuk menjadi DPR.

Kecuali ada pemangku kepentingan tertentu yang harus keluar karena mereka harus memeriksa kondisi fisik di rumah sakit atau memvaksinasi. – “” Orang tua yang membawa anak-anak mereka keluar harus memiliki tujuan “Dr. Anggraini menjelaskan:” Tinggalkan rumah hanya ketika Anda memiliki kebutuhan dasar. “Lalu, jika tujuan vaksinasi sebelum d” pergi ke rumah sakit lebih baik, silakan buat janji dengan dokter terlebih dahulu sehingga Anda tidak harus menunggu di rumah sakit untuk waktu yang lama.

Kemudian, di luar rumah, bahkan jika anak itu mengenakan sarung tangan, biarkan anak itu mencuci tangan dengan saksama dan menjauhkan mereka dari rumah sakit.

“Jika Anda ingin membuat janji dengan dokter untuk imunisasi, suatu hari Anda harus mengambil tindakan pencegahan di tempat dengan banyak anak daripada di pusat perbelanjaan,” Dr Anggraini menyimpulkan.

Post a comment