Menteri Kesehatan mengeluarkan pedoman untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19

Kesehatan

Pelaporan dari reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah mengeluarkan pedoman tentang pencegahan dan pengendalian virus korona (covid-19) di venue-sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK .01.07.07 / MENKES / 328/2020 dirilis pada 20 Mei 2020, yang juga menambah masalah jam kerja. – Menteri Kesehatan Terawan meminta perusahaan untuk mempertimbangkan apakah kondisinya menguntungkan dan membatalkan tiga shift atau kerja malam.

Baca: A. Yurianto (Achmad Yurianto), masalah Virus Corona, kondisi banding tidak akan kembali normal.

“Untuk pekerja shift, jika mungkin, tolong hentikan shift ketiga (jam kerja mulai malam hingga pagi),” kata Terawan, dikutip oleh Keputusan Menteri Kesehatan 01.07 / MENKES / 328/2020.

Jika ini tidak memungkinkan, dan penyesuaian putaran ketiga diperlukan, pekerja yang berusia di atas 50 tahun harus dikecualikan. – “Untuk tiga pekerja shift, mereka yang harus merencanakan pekerjaan mereka, terutama mereka yang berusia di bawah 50 tahun.” Istilah “Terawan”.

Selanjutnya, Terawan juga meminta perusahaan untuk mempersingkat jam lembur, agar karyawan tidak ketinggalan waktu istirahat untuk mendukung kesehatan pasien.

Mengurangi sistem kekebalan / kekebalan tubuh, “kata Terawan. — Panduan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini juga meminta manajemen untuk terus memantau perkembangan covid-19 di daerah mereka dan membentuk tim co-19 untuk perawatan. Dan bekerja dari rumah. Menteri kesehatan perusahaan Terawan menginstruksikan karyawan untuk mengukur suhu karyawan yang bekerja di kantor dan mengharuskan karyawan mengenakan masker untuk menyesuaikan asupan makanan mereka.

Post a comment